Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Petani Berharap, Garam Menjadi Salah Satu Komoditi Pokok
Jum'at, 03-01-2020 | 18:37 wib
Oleh : Selvy Wang
Berita Video : Petani Berharap, Garam Menjadi Salah Satu Komoditi Pokok
Surabaya pojokpitu.com, Sudah diajukan pada Presiden Jokowi sejak Oktober lalu, Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jatim berharap pengajuan garam menjadi salah satu komoditi pokok dan memiliki HPP, dapat segera ditanda tangani Presiden awal tahun 2020 ini.

Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jatim berharap awal tahun 2020 ini, Presiden Jokowi segera menandatangani pengajuan mengenai garam menjadi salah satu komoditi bahan pokok , yang memiliki harga patokan petani (HPP). Yakni perubahan Perpres No. 71 tahun 2015 tentang garam .

Menurut M Hasan, Ketua HMPG Jatim, pengajuan itu sudah diserahkan sejak Oktober lalu, oleh koordinasi dari Pemprov Jatim dan kementerian terkait. Selain menjadi komoditi pokok, pihaknya mengajukan HPP terendah sebesar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram, agar petani garam tidak merugi akibat harga yang anjlok.

Apalagi selama tahun 2019 lalu, harga garam di tingkat petani sangat anjlok hingga Rp 250 per kilogram. Ini karena harga ditentukan oleh pasar yakni para perusahaan besar.

Hasan juga meminta pemerintah menghitung jumlah stok dan produksi garam di tingkat petani, agar tidak asal melakukan impor garam, seperti pada 2018 lalu, yang berdampak hingga sekarang . Salah satu dampaknya yaitu harga anjlok.

Untuk diketahui, produksi garam rakyat di Jatim pada 2019 mencapai 1,1 juta ton, meningkat dibandingkan 2018 yang hanya 900 ribu ton. Produksi tersebut untuk memenuhi kebutuhan nasional yang mencapai 4,2 juta ton, baik konsumsi maupun industri. Sedangkan produksi nasional hanya sekitar 3 juta ton.

Ditargetkan tahun 2020 ini produksi garam Jatim mampu mencapai 1,2 juta ton , dari sekitar 11 ribu hektar lahan yang tersebar di 13 daerah yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban, Sidoarjo, Situbondo, Kabupaten/Kota Pasuruan, serta Kabupaten/Kota Probolinggo.(end/VD:YAN)

Berita Terkait


Petani Berharap, Garam Menjadi Salah Satu Komoditi Pokok

Petani Garam Panen Dadakan Akibat Hujan Pertama Turun Tidak Disangka-Sangka

Inovasi Petani Garam Buka Tutup Katup Untuk Menghindari Musim Penghujan

Hujan Mulai Turun Petani Garam Di Probolinggo Mulai Resah


Harga Garam Anjlok, Perkilogram Hanya Rp 200

Begini Penyakit Akibat Terlalu Banyak Konsumsi Garam

Harga Anjlok, Petani Garam Diupah Rendah

Pemerintah Diminta Segera Stabilkan Harga Garam Konsumsi
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber