Berita Terbaru :
Dampak Corona, Orderan Grab Car Sepi
Kampung Siaga Corona, Warga Tanam Tanaman Obat Keluarga
Bumerang Buatan Atlet Lokal Dikenal Mancanegara
Longsor Jalur Pacitan Ponorogo, Material Tutup Seluruh Badan Jalan
Akses Jalan Jompo Secara Resmi Mulai Dibuka Kembali
Diduga Pasien Posotif Covid-19 Berkeliaran, Pasar Tradisional Lockdown
Jumlah PDP dan ODP Naik dan Positif Tetap 10 Orang
Sidak Diatas Kapal, Polisi Temukan Ratusan Penumpang Tidur Berdekatan
Pemerintah Beri Diskon Listrik 450 VA Dan 900 VA
Pengendara Motor Tercebur Ke Sungai, Evakuasi Sangat Dramatis
Takut Corona Mewabah, Warga Slambur Karantina Wilayah
Jokowi Putuskan Pembatasan Skala Besar dan Darurat Kesehatan
Per Hari Ini Jumlah Pasien Positif Corona 1.528, Tersebar di 32 Provinsi
Alat Rapid Test Baru Didistribusikan di Puskesmas Hari Ini
Wakil Bupati Sidoarjo Datangi Massa Terkait Penolakan Ruang Isolasi
   

Liburan Oleh-Oleh Sambal Khas Surabaya Laris
Icip - Icip  Kamis, 02-01-2020 | 09:16 wib
Reporter : Juli Susanto
Surabaya pojokpitu.com, Berkunjung ke Surabaya belum lengkap rasanya jika tak membawa oleh-oleh khas Kota Pahlawan. Salah satunya olahan sambal khas Surabaya di Depot Bu Rudy. Berawal keisengan membuat inovasi usaha kulinernya, kini ribuan botol sambal ludes terjual tiap harinya, yang diminati berbagai kalangan dan dari berbagai kota.

Salah satu depot milik Ie Lanny Siswandi atau yang lebih dikenal dengan Bu Rudi, terletak di Jalan Dharmahusada, Surabaya. Beragam makanan dan olahan khas bisa didapat didepot yang tak pernah sepi pengunjung ini dari berbagai kota.
 
Salah satu yang dicari yakni olahan khas sambal.
 
Olahan ini tersedia tiga kemasan botol sambal, yakni sambal bawang, sambal ijo dan sambal bajak, atau sambal olahan terasi, yang bisa menggoyang lidah pecinta sambal.
 
Bisnis sambal pedas sebenarnya bukan suatu impian bagi Bu Rudi. Perempuan yang merantau ke surabaya sejak 1983 ini, telah mencoba berbagai usaha, dan memulai bisnis kulinernya dengan membuka warung pecel dan nasi campur, sejak tahun 2000 silam.
 
Ide membuat sambal justru muncul dari suaminya, Rudy Siswadi, yang memiliki hobi memancing. Dari ikan dan udang hasil tangkapan yang didapat diolah dengan sambal, sesuai selera.
 
Direspon positif oleh rekannya, mendorong Bu Rudy untuk menjadikan sambal sebagai bisnis utamanya.
 
Di lima cabang depot Bu Rudy, kini telah memiliki 50 orang karyawan, yang mengolah sedikitnya 300 kilogram cabai tiap harinya, untuk bahan baku olahan sambal. Atau sekurang-kurangnya 1000 botol sambal kemasan terjual tiap harinya, ke sejumlah daerah.
 
Menurut salah satu pengunjung asal Jakarta, Fraed Duncker Tambunan, oleh-oleh sambal menjadi keharusan saat berkunjung ke Surabaya, khususnya saat momen liburan. Selain rasa yang khas, di depot Bu Rudy terdapat berbagai makanan dan olahan khas yang layak dijadikan oleh-oleh.
 
Sambal Bu Rudy dijual dengan harga Rp 27 ribu - Rp 30 ribu per botol kemasan.
 
Selain olahan sambal, didepot bu rudy juga terdapat berbagai makanan dan camilan, berbagai jajanan tradisional , dan beragam menu makan yang bisa dinikmati di tempat.(end)

Berita Terkait

Liburan Oleh-Oleh Sambal Khas Surabaya Laris

Juragan Sambal Khas Surabaya ini telah Tembus Pasar Ekspor

Bertahan dari Mahalnya Harga Cabai, Ini Cara Warga Ponorogo

Nasi Sambal Bunga Kecombrang, Masakan Herbal untuk Kesehatan
Berita Terpopuler
Tidak Punya Ongkos, Satu Keluarga Asal Madura Dari Daerah Endemis Dapat Tiket Gr...selanjutnya
Peristiwa  6 jam

Dalam 2 Hari Sebanyak 125 ODR Dalam 1 Desa
Peristiwa  8 jam

Christina Sembuh Dari Corona, Resepnya Tidak Panik dan Terus Ikut Tahapan Pengo...selanjutnya
Sosok  10 jam

Gelar Tayub dan Reog Hajatan Sunatan Dibubarkan Muspika
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber