Berita Terbaru :
Wujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat, Prajurit Koarmada II Gelar Karbak di Bangkalan
Sidang Pelanggar Protokol Kesehatan Mulai Diberlakukan, Pelanggar Harus Membayar Denda
Operasi Masker Dengan Sanksi Sosial Masih Diterapkan
Kampanyekan Gebrak, Polres Bojonegoro Bagikan 20 Ribu Masker
Menjaga Tradisi Warga Gelar Lomba Layang Layang
Pendeta Cabuli Anak Bawah Umur Divonis 10 Tahun Penjara
Sedot Duit Debitur Rp 2,1 M Untuk Keperluan Judi, Karyawan BRI Diborgol Jaksa Tipikor
Aktivis Forum Kota Gresik Demo Di depan Pintu Masuk JIIPE
Demo Pemain Seni Jaranan, Diwarnai Aksi Kesurupan
500 Guru se-Surabaya Jalani Tes Swab
Gubernur Jatim Lantik Teno Jadi Walikota Pasuruan
Satu Tersangka Terpapar Covid 19, Seluruh Pegawai BNNK Kota Mojokerto Jalani Tes Swab
15 Pegawai Rumah Sakit Swasta di Lamongan Terinfeksi Covid 19
Tidak Hanya Untuk SD - SMP, Siswa PAUD dan TK Bakal Kebagian Kuota Gratis
Gus Muhdlor Ali Galang Dukungan Kaum Milenial
   

Libur Nataru, Penjual Satwa Kebanjiran Berkah
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 02-01-2020 | 02:22 wib
Reporter : Herpin Pranoto
Banyak pemudik yang berbelanja hewan peliharaan, sehingga omset penjualan meningkat hingga 50 persen. Foto Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Liburan natal 2019 dan tahun baru 2020, membawa berkah bagi pedagang satwa dan kerajian kayu jati dipinggir jalan raya Ngawi menuju Solo Jawa Tengah.

Pasar hewan dan kerajinan kayu jati itu masuk Desa Plang Lor, Kecamatan Kedunggalar Ngawi. Selama musim liburan, lokasi tersebut selain untuk beristirahat, juga dijadikan lokasi belanja aneka satwa. Diantaranya anak monyet, burung dan satwa peliharaan lainnya.

Pemudik juga bisa membeli berbagai jenis kerajinan kayu jati yang unik. Untuk kerajinan berukuran kecil, bisa langsung dibawa dengan kendaraan. Sedangkan kerajian kayu jati ukuran besar, biasanya dikirimkan melalui jasa pengiriman barang.

Giyanti salah satu pedagang mengaku, selama libur natal dan tahun baru, omset penjualan meningkat 50 persen dibandingkan hari biasa. "Dalam sehari bisa menjual barang senilai Rp 3 juta," kata Giyanti.   

Harga satwa dan kerajiana kayu jati yang ditawarkan para pedagang, mulai dari puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Harga tersebut, relatif lebih murah dibandingkan di pasar kota besar. (pul)

Berita Terkait

Tekan Hama Tanaman Masyarakat Lepas Satwa Predator ke Alam Bebas

Kesulitan Biaya Operasional, Lembaga Konservasi Umbul Square Galang Donasi

Polres Malang Bongkar Perdagangan Satwa Dilindungi Dari Papua

Libur Nataru, Penjual Satwa Kebanjiran Berkah
Berita Terpopuler
Sedot Duit Debitur Rp 2,1 M Untuk Keperluan Judi, Karyawan BRI Diborgol Jaksa Ti...selanjutnya
Hukum  5 jam

Bus Sugeng Rahayu Tabrak Pohon, 4 Terluka
Peristiwa  9 jam

Demo Ricuh, Pemasok Kayu Tagih Hutang Miliaran Rupiah Kepada Bondowoso Indah Pl...selanjutnya
Peristiwa  9 jam

Bacok Polisi, Satreskoba Tembak Mati Dua DPO Narkoba
Metropolis  11 jam



Cuplikan Berita
Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Gudang Mebel dan Dua Rumah Hangus Terbakar
Pojok Pitu

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Jatim Awan

KPU Surabaya Segera Publikasikan DPS Pada Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber