Berita Terbaru :
Lawan Covid-19, Komunitas Exodus Bagikan APD ke Puskesmas dan Ojol
Lawan Covid 19, Warga Perumahan di Mojokerto Bersama Berjemur Badan
Dampak Corona, Travel Umroh Dan Haji Alami Penurunan Omzet 75 Persen
Menyantap Gurihnya Lontong Pedal Khas Bojonegoro
Antisipasi Penyebaran Virus Covid 19, Muspika dan Pemdes Bagi Masker
Dirumahkan, Karyawan Homestay Produksi Masker
Selangkah Lagi Pasangan OK Kantongi Rekom Partai Golkar
Akibat Masker Mulai Langka, Warga Binaan Rutan Trenggalek Produksi Masker Sendiri
Bantuan 100 APD Hazmat Suit Berupa Baju Pelindung Untuk Tenaga Medis Bojonegoro
Pelaku Pembunuhan di Kebun Ternyata Suaminya Sendiri
Cerita Pengusaha Konveksi di Tengah Wabah Covid-19
Dampak Covid-19, Okupansi Hotel dan Restoran di Tulungagung Tinggal 8 Persen
Polisi Salurkan Bantuan Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu
Calon Wisata Sumber Umis Dilirik Investor
Pencuri Spesialis Rumah Kosong Ditembak Polisi
   

Selama 2019, Polisi Ungkap 20 Kasus Pencabulan dan Pemerkosaan Anak
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 31-12-2019 | 15:45 wib
Reporter : Rizqi Setiawan
Salah satu pelaku kejahatan seksual tengah diperiksa pihak kepolisian.
Bondowoso pojokpitu.com, Selama 2019, Polres Bondowoso telah berhasil mengungkap 20 kasus pencabulan dan pemerkosaan anak. Kebanyakan para pelaku adalah orang dekat korban, mulai dari saudara, kerabat, hingga orang tua dari korban.

Kasus pencabulan dan pemerkosaan anak sangat tinggi hasil ungkap Polres Bondowoso. Di tahun 2019 ini, sebanyak 20 kasus telah ditangani Unit PPA Satreskrim. Dari jumlah tersebut, 16 kasus telah berkekuatan hukum tetap dengan divonis rata-rata di atas 10 tahun penjara. 2 Kasus masih dalam proses penyidikan dan sisanya belum terungkap karena pelaku melarikan diri.

Sejumlah kasus antara lain, awal 2019 seorang bapak berinisial EM (36) warga Tegalampel tega memperkosa anak kandungnya sendiri. Perbuatan bejat EM biasanya dilakukan saat korban yang masih duduk di kelas 6 SD tersebut pulang sekolah, bersamaan ketika ibu korban biasanya pergi mencari rumput untuk pakan ternak.

Di bulan April 2019, seorang gadis berusia 13 tahun diperkosa kakak tirinya hingga hamil. Aksi bejat tersebut dilakukan RD (25)  warga Tapen. Saat kejadian, korban mengaku selalu diancam jika melapor kepada orang lain.

Seorang guru ngaji tahfidz berinisial SNJ, di Kecamatan Jambesari juga berhasil diungkap perbuatan cabulnya. Sebanyak 6 santriwati, terbukti rusak kelaminnya akibat kelakuan ustad tersebut. Terakhir pada Desember 2019, seorang bapak tiri tega memperkosa anaknya yang masih duduk di bangku kelas 5 SD. 

AKP Jamal Kasat Reskrim Polres Bondowoso mengatakan, kasus kekerasan seksual anak sangat tinggi di tahun 2019. Para pelaku rata-rata dijerat pasal 81 ayat 1 subsider  pasal 82 undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak.

Polisi berharap keterlibatan pihak lain, agar lebih gencar mensosialisasikan bahaya kekerasan seksual anak.(end)

Berita Terkait

Polres Blitar Kota Ungkap 295 Kasus Dalam Operasi Pekat

Penggunaan Bilik Sterilisasi Tidak Efektif

Cairan Desinfektan Untuk Penyemprotan Dan Bilik Sterilisasi Dipastikan Aman

Dewan Kota Surabaya Soroti Kandungan Bahan Kimia Bilik Sterilisasi yang Dibuat Pemkot
Berita Terpopuler
Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
Hukum  11 jam

Isi Libur Sekolah, Siswi SMKN 1 Sidoarjo Membuat APD dan Masker
Pendidikan  9 jam

Cegah Corona, Puluhan Napi di Lapas Tuban Dibebaskan
Hukum  11 jam

Pemkab Ngawi Hentikan Sementara Kegiatan Dari Anggaran DAK
Politik  9 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber