Berita Terbaru :
Modifikasi Motor Bergaya Sepeda
Tak Mampu Beli Kuota Internet, Siswa Belajar Menggunakan HT
Unik, Emak-Emak Duta Masker Polres Blitar Sosialisasikan Bermasker ke Pasar
Dispertan Ngawi Sarankan Petani Alih Tanam Palawija
Timnas Senior dan Timnas U-19 Berharap Tuah Sidoarjo
Rumput Lama Stadion GBT Sudah Mulai Dikupas
Warga Perumahan Sedati Permai Meninggal Mendadak di Dalam Rumah
Sarbusmi Tuntut Pemprov Jatim Kawal Tindakan PHK Sepihak
Pelanggar Dihukum Baca Pancasila dan Menyapu Pasar
Sakit Hati Diputus Cinta, Pria ini Culik dan Sekap Mantan Pacar
Aniaya Dokter Banyuwangi, Tiga Oknum Ormas Diringkus
PDIP Juga Belum Umumkan 5 Calon Daerah di Jatim
BPK Jawa Timur Menang Gugatan Tingkat Pertama di PN Malang
Ini Pentingnya Ikut Permainan Tradisional Untuk Anak
Dituding Dukun Santet, Pria Dibunuh Dengan Raket Nyamuk
   

Sambut Tahun Baru, Warga Desa Gelar Tradisi Ojung
Tempo Doeloe  Selasa, 31-12-2019 | 00:14 wib
Reporter : Rizqi Setiawan
Warga Dusun Salak Desa Taal Kecamatan Tapen Bondowoso yakin bahwa darah yang mengalir dari salah seorang pemain ojung mendatangkan rezeki dari yang maha kuasa. Foto: Rizqi Setiwan
Bondowoso pojokpitu.com, Sambut tahun baru 2020, warga Dusun Salak Desa Taal Kecamatan Tapen Bondowoso, menggelar tradisi ojung untuk keselamatan. Tradisi tahunan ini diyakini warga Dusun Salak, akan mendatangkan limpahan rejeki serta menjauhkan dari segala bencana.

Seni ojung merupakan kegiatan budaya yang dimana dua orang laki-laki dewasa saling memukul dengan menggunakan sebilah rotan, sampai tubuhnya mengeluarkan darah.

Tradisi ojung diawali dengan di pertemukannya dua orang lelaki yang akan bertarung. Sebelum dimulai, kedua pemain ojung di bacakan mantra oleh sesepuh desa, agar luka yang di akibatkan sabetan rotan tidak di rasakan oleh pemain.

Kemudian setelah di bacakan mantra ojung pun di mulai, begitu wasit memberikan isyarat aba-aba, kedua pemain ojung langsung memecutkan rotannya pada pungung lawan.

Welly Verianto, kepala desa, menerangkan, sekali main, ojung memakan waktu sepuluh menit, pemenang dari kegiatan ojung di tentukan dari jumlah luka yang di daratkan pada punggung lawannya. Meski menyebabkan luka para pemain ojung tidak boleh saling dendam.

Hanya mendapatkan hadiah hiburan dan untuk yang menang, namun para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan tahunan ini.
Untuk menjadi peserta dari tradisi ojung, pemain harus berusia 20 hingga 40 tahun, peserta ojung ini berasal dari berbagai desa yang ada di di Kecamatan Tapen Bondowoso. (yos) 

Berita Terkait

Musim Tanam Warga Gelar Tradisi Clorot Tangkal Petir

Sambut Tahun Baru, Warga Desa Gelar Tradisi Ojung

Keboan Aliyan, Tradisi Agraris Desa di Banyuwangi Agar Panen Berlimpah

Tradisi Ojung Ritual Minta Hujan
Berita Terpopuler
Chamber Of Conference, Hindari Tatap Muka Pegawai Peradilan di Tengah Pandemi Co...selanjutnya
Hukum  12 jam

Ini Pentingnya Ikut Permainan Tradisional Untuk Anak
Konsultasi Psikologi  7 jam

Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Peristiwa  13 jam

DPRD Nganjuk Desak Agar Usaha Pok Pok Ilegal Ditutup
Politik  9 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber