Berita Terbaru :
Imam Masjid Girilaya : Machfud Arifin Pemimpin Yang Terbukti Peduli, Bukan Pemimpin Obral Janji
Waspada Bencana, BPBD Gandeng Badan Geologi Teliti Potensi Likuefaksi di Jatim
Warga Panen Ikan Saat Debit Air Waduk Dawuhan Mengering
Seorang Pemuda Ngaku Dapat Bisikan Gaib Untuk Begal Payudara Wanita
Polrestabes Surabaya Terima 100 Ribu Masker Kesehatan Untuk Masyarakat Miskin
Pemkot Tutup Karanggayam, 20 Club Persebaya Mengadu dan Dukung MA-Mujiaman
Pemkab Gresik Sangat Serius Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan
Euphoria Sepak Bola Usia Dini
Dewan Adat Majapahit Protes Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Sejumlah Karyawati Pabrik
Dua Pasang Calon Walikota Blitar Deklarasikan Kampanye Damai dan Sehat
Deklarasi Damai, Kampanye Pilkada Kota Surabaya Harus Sesuai Protokol Kesehatan
Bawaslu Ajak Kedua Paslon Disiplin Menerapkan Protokol Kesehatan Saat Kampanye
Forkopimda Gelar FGD dan Deklarasi Pilkada Damai Serta Sehat
Satreskrim Polresta Banyuwangi Bekuk Dua Pelaku dan Empat Penadah Motor
Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi
   

Dampak Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Peserta JKN Turun Kelas
Kesehatan  Jum'at, 27-12-2019 | 08:20 wib
Reporter : Ega Patria
Madiun pojokpitu.com, Kenaikan iuran BPJS berdampak pada peserta jaminan kesehatan nasional di Kota Madiun turun kelas. Penurunan ke kelas tiga mendominasi pemohonan dari peserta.

Per Januari 2020 iuran BPJS Kesehatan bakal mengalami kenaikan sebanyak 100 persen. Hal tersebut berdampak pada banyaknya peserta jaminan kesehatan yang ingin turun kelas dari yang sebelumnya kelas 1 turun ke kelas 2 ataupun 3 dan kelas 2 yang turun ke kelas 3.

Kepala BPJS Kesehatan Kota Madiun, Tarmuji mengatakan, penurunan kelas tersebut merupakan hal yang wajar, karena melihat kemampuan ekonomi masyarakat yang menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN ).

Tarmuji menambahkan hari penurunan kelas, rata-rata angkanya 70an jiwa. Ada yang turun ke kelas 3, ada yang ke kelas 2, tapi paling banyak ya di kelas 3.

Guna mengantisipasi menumpuknya pemohon penurunan kelas di Kantor BPJS Kota Madiun . Dirinya juga memberlakukan mobile customer service (MCS) jemput bola kepada masyarakat yang ditempatkan berpindah - pindah di tempat fasilitas umum di Kota Madiun dibuka hingga 30 April 2020. 

Bagi peserta yang ingin mengubah kelas rawat tidak lagi kesulitan harus menunggu satu tahun, tetapi bisa diproses tanpa harus setahun menjadi peserta JKN. Karena itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya.(end)

Berita Terkait

Ini Alasan Presiden Joko Widodo Ngotot Naikan Iuran BPJS

BPJS Kesehatan Akan Kembalikan Selisih Kelebihan Iuran Bulanan

Pembiayaan Pasien Covid-19 Dibebankan ke BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Harus Patuhi Keputusan MA
Berita Terpopuler
Puluhan Santri Pesantren Terpapar Covid 19
Covid-19  7 jam

Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi
Peristiwa  5 jam

Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Peristiwa  13 jam

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Peristiwa  19 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber