Berita Terbaru :
Warga Desa Ngablak Terapkan Karantina Wilayah Mandiri
Cegah Corona, Forkopimda Koordinasi Dengan Tokoh Agama dan Pengusaha Warkop
Kejaksaan Ngawi Pastikan Telah Ada Kerusakan di Jembatan Gempol Baru
Melihat Profesi Analis Kesehatan yang Rentan Tertular Virus Covid-19
Pemkab Malang Lakukan Physical Distancing
Bupati Bojonegoro Lantik Kades Terpilih Melalui Layar Video Teleconference
Bacabup Tuban Amir Burhanudin Sepakat Pilkada Ditunda
Puluhan Jurnalis Bagi-Bagi Vitamin C Gratis
Seluruh Penumpang di Terminal Arjosari Didata dan Diperiksa Polisi
Tim Satgas Corona Dirikan Posko Untuk Memonitor Pemudik Dadakan
   

Syiir Tanpo Waton dan Tarian Sufi Iringi Misa Natal
Malang Raya  Kamis, 26-12-2019 | 09:54 wib
Reporter : Ali Makhrus
Penampilan tarian sufi dan syiir tanpo waton yang digelar di gereja merupakan salah satu bukti keberagaman dalam agama. Foto Ali
Malang pojokpitu.com, Syiir tanpo waton dengan iringan rebana dan tarian sufi ditampilkan oleh Gusdurian Kota Malang.

Tentu saja pelaksanaan misa natal bagi umat Katolik di Gereja Paroki Santo Vincentius a Paulo, Jalan Ananas, Sukun, Kota Malang terasa istimewa. Pasalnya, sebelum dan sesudah pelaksanaan misa natal, umat katolik dihibur dengan alunan syiir tanpo waton dan tarian sufi, Rabu (25/12) malam.

Mengiringi gerakan para penari, syiir tanpo waton dan banjari ditabuh oleh anggota komunitas Gus Durian, Kota Malang. Toleransi dan pesan perdamaian menjadi alasan kegiatan ini dilaksanakan.

Pastor di Gereja Paroki Santo Vincentius a-Paulo, Romo Gani Sukarsono mengatakan, tari sufi dan syiir tanpo waton tidak ada yang salah jika digelar di gereja. Selagi tidak bertentangan dengan kepercayaan agama masing-masing. Hal itu adalah bukti keberagaman yang menjadi kekayaan Indonesia.

Bagi Romo Gani, natal adalah inkarnasi. Karenanya, perdamaian dapat diwujudkan apabila sesama manusia bisa saling mengisi satu dengan yang lain.

Sementra itu, Pengasuh Komunitas Gubuk Sufi, Muhammad Al-Muqtadir mengatakan,tarian sufi adalah sebuah bentuk keindahan dan menunjukkan sisi kemanusiaan. Dimana ada kasih di setiap agama.

Untuk diketahui, penampilan tari sufi dan syiir tanpo waton oleh Gusdurian dan Komunitas Gubuk Sufi di Gereja Paroki Santo Vincentius a-Paulo, untuk menjalin persaudaraan antar agama. "Terlebih lagi komunitas Gusdurian, salah satu visi misinya dengan memperjuangkan gagasan dan nilai Gus Dur. Yakni pluralisme, yang tidak boleh dipertentangkan dalam hal theologi," kata Muhammad Al-Muqtadir. (pul)

Berita Terkait

Syiir Tanpo Waton dan Tarian Sufi Iringi Misa Natal

Lahir 25 Desember, Warga Poncokusumo ini bernama Slamet Hari Natal

Razia Malam Natal, Polisi Amanakan Motor Yang Hendak Balap Liar

Peduli Lingkungan, Gereja St. Cornelius Bangun Pohon Natal Dari Sampah Plastik
Berita Terpopuler
Tim Satgas Corona Dirikan Posko Untuk Memonitor Pemudik Dadakan
Peristiwa  10 jam

Seluruh Penumpang di Terminal Arjosari Didata dan Diperiksa Polisi
Malang Raya  9 jam

Puluhan Jurnalis Bagi-Bagi Vitamin C Gratis
Metropolis  8 jam

Bacabup Tuban Amir Burhanudin Sepakat Pilkada Ditunda
Politik  8 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan

Gencar Tracking, Pasca Dipastikan Positif Covid 19 di Kecamatan Geger
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber