Berita Terbaru :
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
DPD PDIP Belum Terima Surat Rekom Terkait Pilwali Surabaya
Bawaslu Temukan Ratusan Penyelenggara Tak Netral Dalam Pilkada
Digunakan Tempat Prostitusi, Bangli Dibongkar
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Ojek Tangguh Wajib Bawa 2 Masker
DPRD Provinsi Jatim Sidak PPDB SMAN 1 Bojonegoro
   

Syiir Tanpo Waton dan Tarian Sufi Iringi Misa Natal
Malang Raya  Kamis, 26-12-2019 | 09:54 wib
Reporter : Ali Makhrus
Penampilan tarian sufi dan syiir tanpo waton yang digelar di gereja merupakan salah satu bukti keberagaman dalam agama. Foto Ali
Malang pojokpitu.com, Syiir tanpo waton dengan iringan rebana dan tarian sufi ditampilkan oleh Gusdurian Kota Malang.

Tentu saja pelaksanaan misa natal bagi umat Katolik di Gereja Paroki Santo Vincentius a Paulo, Jalan Ananas, Sukun, Kota Malang terasa istimewa. Pasalnya, sebelum dan sesudah pelaksanaan misa natal, umat katolik dihibur dengan alunan syiir tanpo waton dan tarian sufi, Rabu (25/12) malam.

Mengiringi gerakan para penari, syiir tanpo waton dan banjari ditabuh oleh anggota komunitas Gus Durian, Kota Malang. Toleransi dan pesan perdamaian menjadi alasan kegiatan ini dilaksanakan.

Pastor di Gereja Paroki Santo Vincentius a-Paulo, Romo Gani Sukarsono mengatakan, tari sufi dan syiir tanpo waton tidak ada yang salah jika digelar di gereja. Selagi tidak bertentangan dengan kepercayaan agama masing-masing. Hal itu adalah bukti keberagaman yang menjadi kekayaan Indonesia.

Bagi Romo Gani, natal adalah inkarnasi. Karenanya, perdamaian dapat diwujudkan apabila sesama manusia bisa saling mengisi satu dengan yang lain.

Sementra itu, Pengasuh Komunitas Gubuk Sufi, Muhammad Al-Muqtadir mengatakan,tarian sufi adalah sebuah bentuk keindahan dan menunjukkan sisi kemanusiaan. Dimana ada kasih di setiap agama.

Untuk diketahui, penampilan tari sufi dan syiir tanpo waton oleh Gusdurian dan Komunitas Gubuk Sufi di Gereja Paroki Santo Vincentius a-Paulo, untuk menjalin persaudaraan antar agama. "Terlebih lagi komunitas Gusdurian, salah satu visi misinya dengan memperjuangkan gagasan dan nilai Gus Dur. Yakni pluralisme, yang tidak boleh dipertentangkan dalam hal theologi," kata Muhammad Al-Muqtadir. (pul)

Berita Terkait

Syiir Tanpo Waton dan Tarian Sufi Iringi Misa Natal

Lahir 25 Desember, Warga Poncokusumo ini bernama Slamet Hari Natal

Razia Malam Natal, Polisi Amanakan Motor Yang Hendak Balap Liar

Peduli Lingkungan, Gereja St. Cornelius Bangun Pohon Natal Dari Sampah Plastik
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  18 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  17 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  15 jam

Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Ekonomi Dan Bisnis  16 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber