Berita Terbaru :
Sempat Diburu, 3 Pelaku Tik-Tok di Jembatan Suramadu Akhirnya Diamankan Polisi
Sehari 100 Perawat Terpapar Covid, Surabaya dan Sidoarjo Paling Banyak
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
DPD PDIP Belum Terima Surat Rekom Terkait Pilwali Surabaya
Bawaslu Temukan Ratusan Penyelenggara Tak Netral Dalam Pilkada
Digunakan Tempat Prostitusi, Bangli Dibongkar
   

Lahir 25 Desember, Warga Poncokusumo ini bernama Slamet Hari Natal
Rehat  Kamis, 26-12-2019 | 04:22 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Seorang warga di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, mempunyai nama yang cukup unik. Bagaimana tidak, pria tersebut bernama lengkap Slamet Hari Natal, hanya gara-gara lahir pada 25 Desember. Foto Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Nama Slamet Hari Natal bukanlah kata- kata yang terpampang di spanduk atau ucapan hari natal di media sosial. Kata Slamet Hari Natal itu nama seorang pria warga di Dusun Wates, Desa Wonomulyo Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Lahir 25 Desember, 57 tahun silam, nama Slamet Hari Natal diberikan seorang bidan desa yang kebetulan beragama Kristen Jawi Wetan. Saat proses lahiran, memang bertepatan hari raya natal.

Bidan tersebut menyarankan kepada sang ibu agar si bayi diberi nama Selamat Hari Natal yang kemudian menjadi Slamet Hari Natal. Saran bidan itu diterima oleh orangtua slamet yang sebenarnya beragama Islam.

Sehari-harinya, Slamet bekerja sebagai sopir bahan material, serta bekerja menjadi petugas kebersihan sampah di kampungnya. Meski bernama Slamet Hari Natal dan beragama Islam, ia mengaku tidak pernah mendapat makian.

"Di kampung kami sudah terjalin rasa toleransi. Bahkan, nama saya Slamet Hari Natal sering dipanggil Slamet Jesus. Saya tidak pernah menyesal memiliki nama yang tidak biasa," kata Slamet.

Bagi Slamet, nama hanya sebagai tanda yang melekat pada dirinya. Sedangkan baik atau buruknya orang tergantung dari perilaku dan tutur katanya.

Namun karena nama Slamet Hari Natal, ia kerap mendapatkan sejumlah kendala dalam mengurus hal-hal administratif. Petugas sering tidak mempercayai nama Slamet yang unik tersebut.

Kini, ia memiliki 3 orang anak yang salah satunya menjadi seorang prajurit TNI AD yang berdinas di Kalimantan. "Bagi kami nama yang saya miliki tidak dijadikan permasalah dalam kehidupan hingga sekarang," kata Slamet. (pul)

Berita Terkait

Lahir 25 Desember, Warga Poncokusumo ini bernama Slamet Hari Natal

Razia Malam Natal, Polisi Amanakan Motor Yang Hendak Balap Liar

Bupati Bojonegoro Kunjungi Sejumlah Gereja Dengan Naik Sepeda

Amankan Perayaan Natal, Polres Madiun Kota Gelar Patroli Gabungan
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  19 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  18 jam

Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  5 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  16 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber