Berita Terbaru :
78 Kg Sabu-Sabu dan Puluhan Ribu Pil Ekstasi, Koplo dan Happy Five Dimusnahkan
Usai Apel Pagi PNS Dilingkungan Pemkab Gresik Rebutan Buah-Buahan
64.849 Peserta BPJS Kesehatan Akan Dinonaktifkan
Pemilik Tambang Tewas Tertimbun Longsoran
69 Kelurahan Di Surabaya Nol Kasus Covid 19
Perempuan MKGR Target 10 Ribu Untuk Kemenangan Mahfud Arifin
Belajar 12 Tahun Menjadi Prioritas Utama Paslon Er-Ji
Haul KH Abdul Hamid, Dilakukan Virtual dan Membatasi Jamaah Hadir
FK3 Resmi Cabut Dukung Kelana Beralih Dukung Paslon Nomor Urut 1
Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit, Digali Secara Liar Oleh Oknum dan Kini Dikubur Kembali
Dampak Positif Covid, Merebaknya UMKM
Waspada Banjir, Kerja Bhakti Bersihkan Sungai Dari Sampah
Pelanggar yang Terjaring Operasi Zebra Tidak Ditilang Tetapi Dihipnoterapi
Kantor PLN Ponorogo Tutup Akibat Covid 19
Jaksa Agung Muda Pengawas Sidak Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Sidoarjo
   

Jelang Perayaan Natal, Polisi Tangkap Pengedar Narkoba dan Ekstasi Jaringan Lapas Madiun
Metropolis  Selasa, 24-12-2019 | 15:53 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Jelang Natal dan tahun baru 2020, polisi terus berupaya menekan angka peredaran narkoba di Surabaya. Terbukti, Satreskoba Polrestabes Surabaya, Senin sore, berhasil mengamankan seorang pengedar narkoba jaringan Lapas Madiun. Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti 7 ons sabu-sabu dan 329 butir pil ekstasi senilai Rp 1 milyar lebih.

Dwi Agus, warga asal Mojokerto Jawa Timur ini, tampak berjalan tertatih akibat luka tembak di kakinya. Pemuda 23 tahun ini, ditembak polisi setelah berusaha kabur saat disergap oleh jajaran Satreskoba Polrestabes Surabaya.

Dari hasil penyergapan Dwi Agus di rumahnya, polisi menyita barang bukti narkotika jenis sabu dengan total berat mencapai 7 ons, serta 329 butir ekstasi. Menurut keterangan petugas, apabila dinominalkan kedua jenis barang haram yang diamankan tersebut memiliki nilai mencapai Rp 1 milyar.

Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, Kompol Memo Ardian menegaskan, setelah mendapat informasi dari masyarakat, anggotanya langsung melakukan undercover sehingga berhasil mengamankan tersangka Dwi Agus, berikut barang bukti narkoba. Setelah diinterogasi, rupanya tersangka mengaku mendapatkan barang dari seseorang berinisial F, yang merupakan kaki tangan dari bandar yang sedang mendekam di Lapas Madiun.

Sementara itu, di hadapan polisi, Dwi Agus mengaku mendapatkan Komisi Rp 1 juta sampai Rp 2 juta untuk mengambil dan memasarkan barang haram tersebut. Ia juga mengaku terpaksa menjalani pekerjaan tersebut, lantaran butuh uang untuk membiayai cililan kredit sepeda motor kesayaangannya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka Dwi Agus akan dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 Undang - Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati.(end)

Berita Terkait

Sedang Menunggu Pembeli, Pengedar Narkoba Berhasil Ditangkap Polisi di Pamekasan

Sedang Menunggu Pembeli, Pengedar Narkoba Berhasil Ditangkap Polisi di Pamekasan

Enam Pengedar Narkoba Lumajang Ditangkap Polisi

Jelang Perayaan Natal, Polisi Tangkap Pengedar Narkoba dan Ekstasi Jaringan Lapas Madiun
Berita Terpopuler
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Malang Raya  12 jam

Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Malang Raya  10 jam

Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Peristiwa  6 jam

Tanaman Padi Rusak Diterjang Angin Kencang
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber