Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan
Jum'at, 20-12-2019 | 18:11 wib
Oleh : Simon Bagus,Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com, Memasuki musim pancaroba, kekeringan masih melanda Kabupaten Trenggalek. Total ada 66 desa masih mengalami kekeringan di seluruh kecamatan Kabupaten Trenggalek.

Kekeringan yang terjadi saat ini merupakan yang paling parah semenjak 10 tahun terakhir. Pada tahun 2009, kekeringan terhitung melanda di 24 desa tersebar di 12 kecamatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Trenggalek, Djoko Rusianto, mengatakan, meluasnya kekeringan sepanjang tahun disebabkan berbagai faktor. "Diantaranya adalah faktor alam hingga kerusakan lingkungan," kata Rusianto.

Kabupaten Trenggalek, bukan satu-satunya wilayah yang kerap mengalami kekeringan di Jawa Timur. Kondisi Trenggalek yang berada di pesisir selatan menjadikannya sulit mendapat sumber air bersih karena banyak pegunungan kapur.

Kondisi geografis dibarengi kondisi cuaca tak menentu inilah yang mengakibatkan jumlah kekeringan tak menentu, bahkan beberapa daerah yang diprediksi tidak mengalami kekeringan justru terdampak. Total desa yang terdampak kekeringan mencapai 66 desa, dari 157 desa di Trenggalek.

BPBD Trenggalek telah memperpanjang surat tanggap darurat bencana kekeringan hingga 31 Desember 2019, dikarenakan sampai saat ini masih banyak desa yang mengajukan bantuan kiriman air bersih meskipun sudah mulai hujan di beberapa wilayah. "Hujan yang terjadi belum merata, jadi masih banyak permintaan pengiriman," imbuhnya.

Hingga saat ini, BPBD bersama pdam trenggalek masih mendistribusikan suplai air bersih. Kecamatan Panggul menjadi wilayah terparah yang terdampak kekeringan.

Saat ini Pemda telah menggunakan dana dari Belanja Tidak Terduga (BTT) sejumlah Rp 1,6 miliar. Ditambahkan Djoko, untuk anggaran masih cukup. "Karena anggaran ini bukan hanya untuk kekeringan saja. Namun, jika ada banjir bandang juga akan didistribusikan air bersih jika ada yang membutuhkan," tuturnya.

Kekeringan yang mencapai 66 desa itu diperkirakan memasuki masa puncak. Namun tidak dipungkiri,kemungkinan kekeringan masih akan terus meluas hingga pergantian tahun yang biasanya sudah beralih ke musim penghujan.




Berita Terkait


Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan

Kemarau Berkelanjutan, Sumber PDAM di Pacitan Mengering

Warga Kabupaten Jember Kesulitan Air Bersih

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering


Distribusi Air Bersih Untuk Warga Terdampak Kekeringan Terus Dilakukan

Ratusan Hektar Sawah Kekeringan, Petani Mengadu ke DPRD

Kekeringan Berkepanjangan, Ribuan Santri Gelar Sholat Minta Hujan

220 Hektar Lahan Padi Petani Gagal Panen Karena Kekeringan
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber