Berita Terbaru :
Pelaku Diduga Copet Diamankan Polisi Usai Gasak HP Milik Demonstran
Demo Tolak RUU Omnibus Law di Tengah Pandemi Covid-19
Dokter dan Perawat RSUD Caruban Terpapar Virus Corona
Warga Dibuat Bingung Atas Pelayanan PDAM
Sebanyak 30 Persen PPDP Surabaya Enggan Melakukan Rapid Tes
Polresta Banyuwangi Ungkap Kasus Narkoba Dalam Bungkusan Rengginang
Empat Tahun Buron, Perampok Sadis Dibekuk Jatanras
Robot Arta Mulai Layani Rapid Tes UTBK di Unair
Menko PMK Kecewa Jatim Tak Bisa Penuhi Target Dua Minggu Dari Jokowi
Perwali No 33, Masuk Surabaya Wajib Rapid Tes Bagi Warga Luar Kota
Sidak Takaran Minyak, Petugas Temukan Produsen Nakal
Program Diskon Pajak Selama Corona Berhasil Meningkatkan PAD Rp 562 Milyar
Kemenko PMK Tinjau Ruang PUPR Untuk Pasien Suspect Covid 19
3 Terdakwa TPA Winongo Divonis 5 Tahun Penjara
Demo Mahasiswa Didepan Kantor Bupati Berujung Ricuh
   

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan
Mataraman  Jum'at, 20-12-2019 | 18:11 wib
Reporter : Simon Bagus,Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com, Memasuki musim pancaroba, kekeringan masih melanda Kabupaten Trenggalek. Total ada 66 desa masih mengalami kekeringan di seluruh kecamatan Kabupaten Trenggalek.

Kekeringan yang terjadi saat ini merupakan yang paling parah semenjak 10 tahun terakhir. Pada tahun 2009, kekeringan terhitung melanda di 24 desa tersebar di 12 kecamatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Trenggalek, Djoko Rusianto, mengatakan, meluasnya kekeringan sepanjang tahun disebabkan berbagai faktor. "Diantaranya adalah faktor alam hingga kerusakan lingkungan," kata Rusianto.

Kabupaten Trenggalek, bukan satu-satunya wilayah yang kerap mengalami kekeringan di Jawa Timur. Kondisi Trenggalek yang berada di pesisir selatan menjadikannya sulit mendapat sumber air bersih karena banyak pegunungan kapur.

Kondisi geografis dibarengi kondisi cuaca tak menentu inilah yang mengakibatkan jumlah kekeringan tak menentu, bahkan beberapa daerah yang diprediksi tidak mengalami kekeringan justru terdampak. Total desa yang terdampak kekeringan mencapai 66 desa, dari 157 desa di Trenggalek.

BPBD Trenggalek telah memperpanjang surat tanggap darurat bencana kekeringan hingga 31 Desember 2019, dikarenakan sampai saat ini masih banyak desa yang mengajukan bantuan kiriman air bersih meskipun sudah mulai hujan di beberapa wilayah. "Hujan yang terjadi belum merata, jadi masih banyak permintaan pengiriman," imbuhnya.

Hingga saat ini, BPBD bersama pdam trenggalek masih mendistribusikan suplai air bersih. Kecamatan Panggul menjadi wilayah terparah yang terdampak kekeringan.

Saat ini Pemda telah menggunakan dana dari Belanja Tidak Terduga (BTT) sejumlah Rp 1,6 miliar. Ditambahkan Djoko, untuk anggaran masih cukup. "Karena anggaran ini bukan hanya untuk kekeringan saja. Namun, jika ada banjir bandang juga akan didistribusikan air bersih jika ada yang membutuhkan," tuturnya.

Kekeringan yang mencapai 66 desa itu diperkirakan memasuki masa puncak. Namun tidak dipungkiri,kemungkinan kekeringan masih akan terus meluas hingga pergantian tahun yang biasanya sudah beralih ke musim penghujan.




Berita Terkait

31 Kabupaten di Jawa Tmur Berpotensi Terjadi Kekeringan

Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan

Pandemi Covid-19 Sejumlah Desa Area Sumber Mata Air Imbulan Alami Kekeringan

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan
Berita Terpopuler
FKPPI Demo Tuntut DPR RI Membatalkan RUU HIP
Peristiwa  4 jam

Tuntut Kejelasan Kasus Korupsi Warga Demo Kejaksaan
Peristiwa  8 jam

Inkrah Sejak Januari Hingga Juni, Kejari Kabupaten Malang Musnahkan Barang Bukti...selanjutnya
Malang Raya  5 jam

Grebeg Mobil Bergoyang di Dekat Masjid Agung Tuban
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Anak Jerapah Lahir di Tengah Pandemi
Pojok Pitu

Anak SD Dinikahkan Siri Dengan Pria Beristri Tiga
Pojok Pitu

Ingin Ketahui Fakta Penanganan Covid 19, Kapolda Jatim Akan Berkantor di Polsek
Jatim Awan

Begini Gejala Awal Hingga Rudy Ermawan Yulianto Meninggal Dunia
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber