Berita Terbaru :
Penjual Mercon Renteng Diamankan Saat Antar Barang
Tanpa Surat Sehat, Anies Pastikan Masyarakat Tidak Bisa Masuk Jakarta
Daging Ayam dan Sapi di Pacitan Sepi Pembeli
Ini Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja
Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Sebanyak 397 Warga Binaan Lapas Wanita Mendapat Remisi Idul Fitri
Pasokan Sepi, Harga Janur Kuning Kian Meroket di Lumajang
Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
   

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan
Mataraman  Jum'at, 20-12-2019 | 18:11 wib
Reporter : Simon Bagus,Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com, Memasuki musim pancaroba, kekeringan masih melanda Kabupaten Trenggalek. Total ada 66 desa masih mengalami kekeringan di seluruh kecamatan Kabupaten Trenggalek.

Kekeringan yang terjadi saat ini merupakan yang paling parah semenjak 10 tahun terakhir. Pada tahun 2009, kekeringan terhitung melanda di 24 desa tersebar di 12 kecamatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Trenggalek, Djoko Rusianto, mengatakan, meluasnya kekeringan sepanjang tahun disebabkan berbagai faktor. "Diantaranya adalah faktor alam hingga kerusakan lingkungan," kata Rusianto.

Kabupaten Trenggalek, bukan satu-satunya wilayah yang kerap mengalami kekeringan di Jawa Timur. Kondisi Trenggalek yang berada di pesisir selatan menjadikannya sulit mendapat sumber air bersih karena banyak pegunungan kapur.

Kondisi geografis dibarengi kondisi cuaca tak menentu inilah yang mengakibatkan jumlah kekeringan tak menentu, bahkan beberapa daerah yang diprediksi tidak mengalami kekeringan justru terdampak. Total desa yang terdampak kekeringan mencapai 66 desa, dari 157 desa di Trenggalek.

BPBD Trenggalek telah memperpanjang surat tanggap darurat bencana kekeringan hingga 31 Desember 2019, dikarenakan sampai saat ini masih banyak desa yang mengajukan bantuan kiriman air bersih meskipun sudah mulai hujan di beberapa wilayah. "Hujan yang terjadi belum merata, jadi masih banyak permintaan pengiriman," imbuhnya.

Hingga saat ini, BPBD bersama pdam trenggalek masih mendistribusikan suplai air bersih. Kecamatan Panggul menjadi wilayah terparah yang terdampak kekeringan.

Saat ini Pemda telah menggunakan dana dari Belanja Tidak Terduga (BTT) sejumlah Rp 1,6 miliar. Ditambahkan Djoko, untuk anggaran masih cukup. "Karena anggaran ini bukan hanya untuk kekeringan saja. Namun, jika ada banjir bandang juga akan didistribusikan air bersih jika ada yang membutuhkan," tuturnya.

Kekeringan yang mencapai 66 desa itu diperkirakan memasuki masa puncak. Namun tidak dipungkiri,kemungkinan kekeringan masih akan terus meluas hingga pergantian tahun yang biasanya sudah beralih ke musim penghujan.




Berita Terkait

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan

Kemarau Berkelanjutan, Sumber PDAM di Pacitan Mengering

Warga Kabupaten Jember Kesulitan Air Bersih

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering
Berita Terpopuler
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
Peristiwa  11 jam

Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Peristiwa  6 jam

Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Politik  9 jam

Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Malang Raya  10 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber