Berita Terbaru :
Takmir Masjid Kena Tipu Sales Cat Tembok Palsu
Berduaan di Dalam Kamar Kos, Dua Pasangan Bukan Suami Isteri Terjaring Satpol PP
Nadiem Beri Pernyataan Soal Pembukaan Sekolah di Zona Kuning
Kejati Jatim Bidik Penyelewengan Anggaran DD di Lamongan
Diberi Donatur HP, Akhirnya Wahyu Bisa Belajar Daring
Alat Cuci Tangan Dengan Sensor Infrared
Siswa Pegunugan Dapat Wifi Gratis Untuk Pelajaran
Upacara Kemerdekaan 17 Agustus di Kabupaten Madiun Dikonsep Minimalis
Pemkab Ngawi Siapkan Bantuan Rp 500 Ribu Hingga Rp 1 Juta Untuk Pelaku Usaha
Berawal Ketangkap Mencuri Ponsel Disebuah Salon, Ternyata Pelaku Juga Seorang Curanmor
Bebas Asimilasi, Bandar Narkoba Kembali Edarkan Sabu
Pandemi, Penjual Bendera Asal Bangkalan Takut Jualan Keluar Kota
Saat Pandemi Corona Permintaan Bendera Turun Drastis
Bupati Sangat Dukung Pengembangan Paralayang di Blego Parang
   

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan
Mataraman  Jum'at, 20-12-2019 | 18:11 wib
Reporter : Simon Bagus,Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com, Memasuki musim pancaroba, kekeringan masih melanda Kabupaten Trenggalek. Total ada 66 desa masih mengalami kekeringan di seluruh kecamatan Kabupaten Trenggalek.

Kekeringan yang terjadi saat ini merupakan yang paling parah semenjak 10 tahun terakhir. Pada tahun 2009, kekeringan terhitung melanda di 24 desa tersebar di 12 kecamatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Trenggalek, Djoko Rusianto, mengatakan, meluasnya kekeringan sepanjang tahun disebabkan berbagai faktor. "Diantaranya adalah faktor alam hingga kerusakan lingkungan," kata Rusianto.

Kabupaten Trenggalek, bukan satu-satunya wilayah yang kerap mengalami kekeringan di Jawa Timur. Kondisi Trenggalek yang berada di pesisir selatan menjadikannya sulit mendapat sumber air bersih karena banyak pegunungan kapur.

Kondisi geografis dibarengi kondisi cuaca tak menentu inilah yang mengakibatkan jumlah kekeringan tak menentu, bahkan beberapa daerah yang diprediksi tidak mengalami kekeringan justru terdampak. Total desa yang terdampak kekeringan mencapai 66 desa, dari 157 desa di Trenggalek.

BPBD Trenggalek telah memperpanjang surat tanggap darurat bencana kekeringan hingga 31 Desember 2019, dikarenakan sampai saat ini masih banyak desa yang mengajukan bantuan kiriman air bersih meskipun sudah mulai hujan di beberapa wilayah. "Hujan yang terjadi belum merata, jadi masih banyak permintaan pengiriman," imbuhnya.

Hingga saat ini, BPBD bersama pdam trenggalek masih mendistribusikan suplai air bersih. Kecamatan Panggul menjadi wilayah terparah yang terdampak kekeringan.

Saat ini Pemda telah menggunakan dana dari Belanja Tidak Terduga (BTT) sejumlah Rp 1,6 miliar. Ditambahkan Djoko, untuk anggaran masih cukup. "Karena anggaran ini bukan hanya untuk kekeringan saja. Namun, jika ada banjir bandang juga akan didistribusikan air bersih jika ada yang membutuhkan," tuturnya.

Kekeringan yang mencapai 66 desa itu diperkirakan memasuki masa puncak. Namun tidak dipungkiri,kemungkinan kekeringan masih akan terus meluas hingga pergantian tahun yang biasanya sudah beralih ke musim penghujan.




Berita Terkait

Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih

31 Kabupaten di Jawa Tmur Berpotensi Terjadi Kekeringan

Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan

Pandemi Covid-19 Sejumlah Desa Area Sumber Mata Air Imbulan Alami Kekeringan
Berita Terpopuler
Bebas Asimilasi, Bandar Narkoba Kembali Edarkan Sabu
Peristiwa  8 jam

Bupati Sangat Dukung Pengembangan Paralayang di Blego Parang
Politik  11 jam

Pandemi, Penjual Bendera Asal Bangkalan Takut Jualan Keluar Kota
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam

Saat Pandemi Corona Permintaan Bendera Turun Drastis
Ekonomi Dan Bisnis  10 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber