Berita Terbaru :
Petugas PMK Menyelamatkan Kucing Terjebak di Pipa Paralon Saluran Air
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Hakim Sidang di Lokasi Sengketa Pembebasan Tanah Jalan Raya Wiyung
Hukum  Jum'at, 20-12-2019 | 17:31 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Hakim Pengadilan Negeri Surabaya siang tadi,melakukan sidang di tempat di tanah yang di sengketakan di Jalan Raya Wiyung Surabaya, seluas hampir 3 ribu meter persegi.
Surabaya pojokpitu.com, Tuntasnya pembebasan jalan kembar Wiyung Surabaya, ternyata masih menimbulkan persoalan, dua orang sama-sama mengklaim memiliki tanah di Jalan Wiyung.

Untuk menyelesaikan sengketa tanah tersebut, majelis hakim pengadilan negeri surabaya menggelar sidang di lokasi di Jalan Raya Wiyung, Jumat (20/12) pagi tadi.

Hakim memastikan secara pasti batas batas tanah yang di sengketakan, antara Siswoko dengan ahli waris Reso Mulyo warga Wiyung Surabaya.

Mereka sama sama mengklaim bawa tanah tersebut miliknya, sengketa tanah ini muncul setelah adanya pembebasan tanah untuk Jalan Raya Wiyung Surabaya.

Pihak ahli waris Reso Mulyo, merasa tanahnya belum pernah dijual dan tidak pernah melakukan tukar guling dengan siapa pun. Bahkan selama ini ahli waris  mengaku masih membayar pajak atas tanah tersebut ,dan barang bukti yang dimiliki adalah petok D.

Kuasa hukum tergugat, Belly Vidya Setyawan, menanyakan atas dasar apa penggugat melakukan gugatan bahwa tanah tersebut miliknya.

Sementara itu pihak penggugat, Humada Tahir, mengaku tanah tersebut sudah ditukar gulingkan, pada saat pembebasan lahan untuk pelebaran jalan raya wiyung dan ahli waris Reso Mulyo, sudah pernah menjual tanah tersebut kepada bina marga pada tahun 1981.

Sampai saat ini kedua belah pihak saling claim bahwa tanah tersebut miliknya, namun untuk kebenaran hakim yang akan memutuskan sesuai dengan barang bukti yang ada, hakim menyarankan ada perdamaian dalam kasus ini agar tidak berlarut-larut. (yos)

Berita Terkait

Sempat Bersitegang, Bangunan dan Tanaman Tanah Sengketa Dibongkar Paksa

Hakim Pengadilan Tinggi Menangkan Nenek 75 Tahun Atas Gugatan Tanah

Tergugat BPN dan Pemkab Sampang Tak Hadiri Sidang Sengketa Tanah Di PTUN

Bupati Datangi Lokasi Pembongkaran Pagar Yang Halangi Rumah Warga
Berita Terpopuler
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  12 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  3 jam

Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  1 jam

Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Pendidikan  6 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber