Berita Terbaru :
Pengunaan Tidak Sesuai Target Menyebabkan Pupuk Langka
5 Hari Ops Yustisi, Petugas Catat Puluhan Pelanggar Protokol Kesehatan
Dua Bapaslon Mulai Gerilya Cari Aspirasi Warga
Menpora Usulkan Stadion GBT Menjadi Kandidat Pembukaan Piala Dunia U-20
Laka Truk Vs Truk Marinir, Sopir Truk Alami Cidera
Diduga Puluhan Santrinya Positif Covid 19, Pengurus Tutup Sementara Pondok Al-Mubtadiin
Terjaring Operasi Masker, Para Pelanggar Diberikan Pilihan Hukumannya Setelah Diceramahi Camat
Meski Panen Raya, Petani Garam Masih Merugi Karena Hujan yang Masih Turun
Kepala Pusjarah Polri Kunjungi Monument Brimob Bukti Menghalau Belanda Tahun 1949
Hari PMI, Sugiri Bagi Bagi Masker dan Susu Telor
Ipong Muchlissoni Temu Komunitas Pemuda Milenial
Limbah Masker Medis Berserakan di Samping Rumah Sakit Covid
Warga Digegerkan Penemuan Bayi Laki-Laki di Sawah Belakang Puskesmas
78 Bangunan Semi Permanen Tanpa Izin Dirubuhkan
Siswi Berhenti Sekolah Karena Tidak Punya HP
   

Hakim Sidang di Lokasi Sengketa Pembebasan Tanah Jalan Raya Wiyung
Hukum  Jum'at, 20-12-2019 | 17:31 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Hakim Pengadilan Negeri Surabaya siang tadi,melakukan sidang di tempat di tanah yang di sengketakan di Jalan Raya Wiyung Surabaya, seluas hampir 3 ribu meter persegi.
Surabaya pojokpitu.com, Tuntasnya pembebasan jalan kembar Wiyung Surabaya, ternyata masih menimbulkan persoalan, dua orang sama-sama mengklaim memiliki tanah di Jalan Wiyung.

Untuk menyelesaikan sengketa tanah tersebut, majelis hakim pengadilan negeri surabaya menggelar sidang di lokasi di Jalan Raya Wiyung, Jumat (20/12) pagi tadi.

Hakim memastikan secara pasti batas batas tanah yang di sengketakan, antara Siswoko dengan ahli waris Reso Mulyo warga Wiyung Surabaya.

Mereka sama sama mengklaim bawa tanah tersebut miliknya, sengketa tanah ini muncul setelah adanya pembebasan tanah untuk Jalan Raya Wiyung Surabaya.

Pihak ahli waris Reso Mulyo, merasa tanahnya belum pernah dijual dan tidak pernah melakukan tukar guling dengan siapa pun. Bahkan selama ini ahli waris  mengaku masih membayar pajak atas tanah tersebut ,dan barang bukti yang dimiliki adalah petok D.

Kuasa hukum tergugat, Belly Vidya Setyawan, menanyakan atas dasar apa penggugat melakukan gugatan bahwa tanah tersebut miliknya.

Sementara itu pihak penggugat, Humada Tahir, mengaku tanah tersebut sudah ditukar gulingkan, pada saat pembebasan lahan untuk pelebaran jalan raya wiyung dan ahli waris Reso Mulyo, sudah pernah menjual tanah tersebut kepada bina marga pada tahun 1981.

Sampai saat ini kedua belah pihak saling claim bahwa tanah tersebut miliknya, namun untuk kebenaran hakim yang akan memutuskan sesuai dengan barang bukti yang ada, hakim menyarankan ada perdamaian dalam kasus ini agar tidak berlarut-larut. (yos)

Berita Terkait

Hakim Pengadilan Tinggi Menangkan Nenek 75 Tahun Atas Gugatan Tanah

Tergugat BPN dan Pemkab Sampang Tak Hadiri Sidang Sengketa Tanah Di PTUN

Bupati Datangi Lokasi Pembongkaran Pagar Yang Halangi Rumah Warga

Rebutan Tanah, Warga Demo Beri Dukungan Mistun
Berita Terpopuler
Pasutri di Ngawi Hidup Serba Keterbatasan
Peristiwa  10 jam

Diduga Rem Blong, Truk Tronton Sasak 4 Rumah di Jalur Wisata Bromo
Peristiwa  7 jam

Bencana Kekeringan Belum Bisa Diatasi, Terutama Daerah Kering Kritis
Metropolis  8 jam

Gudang Mesin Jahit Jalan Veteran Surabaya Ludes Dilalap Api
Metropolis  8 jam



Cuplikan Berita
Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Gudang Mebel dan Dua Rumah Hangus Terbakar
Pojok Pitu

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Jatim Awan

KPU Surabaya Segera Publikasikan DPS Pada Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber