Berita Terbaru :
Cegah Putus Kuliah, Kampus Bebaskan UKT Mahasiswa
Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Unras di Kantor Gubernur
Tidak Mampu Menguasai Laju Kendaraan, Guru SMP Dharma Wanita Tabrak Motor
Walikota Surabaya Imbau Warganya Tidak Bepergian Keluar Kota
Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Kas Desa
Warga Marah Rusak Rumah Pelaku Terduga Pencabulan Anak Di Bawah Umur
Double Track Jalur Kereta Api Mojokerto - Jombang Mulai Operasikan
Pengedar Tembakao Gorila Dituntut 17 Tahun Penjara
Lagi, Warga Ponorogo Demo Tolak Tower
Dikabarkan Hilang, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tenggelam di Waduk Dawuhan
Machfud Arifin Jalan Kaki Keliling Kampung Surabaya, Warga Sambut Antusias Nyanyi Coblos Nomer 2
Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Jelang Libur Panjang, Petugas Perketat Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
Korupsi Dana Desa Mantan Kades Ditangkap Polisi
Laka Beruntun 4 Truk Terjadi di Jalur Selatan Pasuruan, 3 Penumpang Luka-Luka
   

Hakim Sidang di Lokasi Sengketa Pembebasan Tanah Jalan Raya Wiyung
Hukum  Jum'at, 20-12-2019 | 17:31 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Hakim Pengadilan Negeri Surabaya siang tadi,melakukan sidang di tempat di tanah yang di sengketakan di Jalan Raya Wiyung Surabaya, seluas hampir 3 ribu meter persegi.
Surabaya pojokpitu.com, Tuntasnya pembebasan jalan kembar Wiyung Surabaya, ternyata masih menimbulkan persoalan, dua orang sama-sama mengklaim memiliki tanah di Jalan Wiyung.

Untuk menyelesaikan sengketa tanah tersebut, majelis hakim pengadilan negeri surabaya menggelar sidang di lokasi di Jalan Raya Wiyung, Jumat (20/12) pagi tadi.

Hakim memastikan secara pasti batas batas tanah yang di sengketakan, antara Siswoko dengan ahli waris Reso Mulyo warga Wiyung Surabaya.

Mereka sama sama mengklaim bawa tanah tersebut miliknya, sengketa tanah ini muncul setelah adanya pembebasan tanah untuk Jalan Raya Wiyung Surabaya.

Pihak ahli waris Reso Mulyo, merasa tanahnya belum pernah dijual dan tidak pernah melakukan tukar guling dengan siapa pun. Bahkan selama ini ahli waris  mengaku masih membayar pajak atas tanah tersebut ,dan barang bukti yang dimiliki adalah petok D.

Kuasa hukum tergugat, Belly Vidya Setyawan, menanyakan atas dasar apa penggugat melakukan gugatan bahwa tanah tersebut miliknya.

Sementara itu pihak penggugat, Humada Tahir, mengaku tanah tersebut sudah ditukar gulingkan, pada saat pembebasan lahan untuk pelebaran jalan raya wiyung dan ahli waris Reso Mulyo, sudah pernah menjual tanah tersebut kepada bina marga pada tahun 1981.

Sampai saat ini kedua belah pihak saling claim bahwa tanah tersebut miliknya, namun untuk kebenaran hakim yang akan memutuskan sesuai dengan barang bukti yang ada, hakim menyarankan ada perdamaian dalam kasus ini agar tidak berlarut-larut. (yos)

Berita Terkait

Sempat Bersitegang, Bangunan dan Tanaman Tanah Sengketa Dibongkar Paksa

Hakim Pengadilan Tinggi Menangkan Nenek 75 Tahun Atas Gugatan Tanah

Tergugat BPN dan Pemkab Sampang Tak Hadiri Sidang Sengketa Tanah Di PTUN

Bupati Datangi Lokasi Pembongkaran Pagar Yang Halangi Rumah Warga
Berita Terpopuler
Memutus Mata Rantai Covid-19 di Pasar Tradisional
Peristiwa  10 jam

Klaim Hasil Survei Unggul, Hingga Tuding Galau, Tim MAJU : Justru Kami Jauh di A...selanjutnya
Pilkada  8 jam

Dua Pelaku Curwan Dibekuk Reskrim Polsek Poncokusumo
Peristiwa  2 jam

Waspadai Potensi Bencana, Pacitan Pukul Kentongan Serentak
Peristiwa  18 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber