Berita Terbaru :
Tetek Melek, Lukisan Filosofi Yang Eksis Lagi di Masa Pandemi
Atrian Panjang Saat Uji Coba Tiket Kapal Online Pelabuhan Ketapang
Satlantas Polres Madiun Kota Cek Posko Mudik Observasi Covid 19
PSBB 19 Titik Dihentikan, Pemkot Akan Evaluasi
Penumpang Kereta Terancam Tidak Bisa Naik, Jika Tidak Gunakan Masker
Gubernur Jatim Sebut Pengajuan PSBB Harus Memiliki Plan Of Action
KOI Jatim Bantu 22 Ton Beras ke Gubernur Jatim
Cek Kesehatan Penumpang dan Awak Bis, Petugas Temukan Dua Penumpang Bis ODP
Pemkab Ponorogo Akan Kucurkan Sembako Senilai Rp 200 Ribu
Kerap Bertengkar, Istri Diduga Nekat Curi Mobil Milik Suami
Tebing Longsor, Lalu Lintas Jatim Jateng Terganggu
Peternak Ayam Petelur Mulai Kehilangan Pelanggan
Satreskrim Polres Ngawi Bekuk Pelaku Pencurian Gabah
Spesialis Pencuri Toko Pakaian Lintas Kota Ditembak Polisi
Tim Medis Terus Pantau Kesehatan 3 Pasien Positif Corona Ponorogo
   

Jamur Berbahan Janggel Jagung Laris Manis di Pasaran
Icip - Icip  Selasa, 17-12-2019 | 08:12 wib
Reporter : Rizqi Setiawan
Berita Video : Jamur Berbahan Janggel Jagung Laris Manis di Pasaran
Bondowoso pojokpitu.com, Seorang pemuda di bondowoso, berhasil membudidayakan jamur berbahan janggel atau limbah bonggol jagung. Rasa gurih yang berbeda dengan jamur biasanya, membuat jamur ini laris manis dipasar lokal hingga pasar online.

Jamur tiram biasanya dibuat dari serbuk kayu yang dibungkus kantong plastik. Namun di Bondowoso, seorang warga bernama ali jupri, berhasil membudidayakan jamur dari bahan janggel atau limbah bonggol jagung. jamur produksi pria 30 tahun ini tumbuh lebat di sekitar rumahnya.

Cara pembuatan jamur janggel sangatlah mudah, yakni hanya mencampur sejumlah bahan yang ada disekitar, seperti janggel atau limbah bonggol jagung kering, katul padi, pupuk urea, serta ragi tape. setelah semua tercampur kemudian seluruh bahan ditutup rapat dengan plastik kedap udara selama 15 hari.

Ali Jupri, produsen jamur janggel, mengatakan, saat proses fermentasi ini setiap pagi campuran dibuka kemudian disiram air untuk mempercepat proses pembentukan jamur. Biasanya jamur akan muncul pada hari ke 10, namun masih berukuran sangat kecil.

Agar ukuran semakin besar, campuran ditambah katul menutupi seluruh permukaan. Jika ukuran jamur sudah sebesar jari anak-anak, maka jamur janggel telah siap panen.

Per kilogram, Ali Jupri menjualnya dengan harga Rp 20.000. Pemasarannya pun cukup mudah, karena pembeli datang untuk memetik sendiri ke rumahnya. Jika stok berlebih jamur maka janggel dipasarkan secara online.

Setiap harinya, produksi mencapai 3 kilogram dan dipanen pada sore hari. Rasa gurih jamur janggel, membuat produk rumahan ini laris manis diburu pembeli. (yos/VD:YAN)

Berita Terkait

Jamur Berbahan Janggel Jagung Laris Manis di Pasaran
Berita Terpopuler
Nekat Pulang Kampung, 65 orang Dikarantina di Hotel Selama 14 Hari
Covid-19  10 jam

Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Icip - Icip  19 jam

Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Cur...selanjutnya
Peristiwa  22 jam

Keterlaluan, Baru Bebas Progam Asimilasi, Lalu Dimassa Lagi Karena Curi Motor
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber