Berita Terbaru :
Daging Ayam dan Sapi di Pacitan Sepi Pembeli
Ini Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja
Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Sebanyak 397 Warga Binaan Lapas Wanita Mendapat Remisi Idul Fitri
Pasokan Sepi, Harga Janur Kuning Kian Meroket di Lumajang
Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
   

Minta Maaf, Pelatih Pastikan Atlet Senam Shalfa Ikut PON Papua
Mataraman  Senin, 16-12-2019 | 16:04 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Pelatih Kepala Indra Sibarani memastikan Shalfa tetap menjadi atlet senam dan bisa mengikuti ajang PON di Papua tahun depan.
Kediri pojokpitu.com, Kasus pencoretan pesenam artistik asal Kota Kediri pada gelaran Sea Games, Shalfa Avrila Sania karena isu keperawanan, telah berakhir. Pihak pelatih bertemu dengan keluarga atlet untuk minta maaf.

Mediasi pertemuan di salah satu hotel di Kota Kediri, dihadiri langsung tim kepelatihan senam Jawa Timur dan pelatih senam Nasional Indra Sibarani. Serta kedua orang tua Shalfa yang didampingi tim penasihat hukumnya Minggu (15/12) malam. Kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur kekeluargaan .

Pelatih Indra Sibarani menyampaikan permintaan secara langsung dihadapan keluarga Shalfa. Pihaknya juga akan tetap membimbing siswi kelas 12 tersebut agar berprestasi di dunia senam lantai .

"Tim pelatih tengah mempersiapkan Shalfa di ajang PON 2020 di Papua mendatang. Kami akan membimbing proses latihan di Kediri, karena Shalfa telah pindah sekolah dari Gresik ke SMAN 7 Kota Kediri," kata Indra Sibarani.

Sementara itu orang tua Shalfa menerima permohonan maaf dari tim pelatih, dan bersedia mengakhiri perseteruan secara kekeluargaan. Pihak keluarga mengucapkan terima kasih Kepada Walikota Kediri, Ketua KONI Timur, Gubernur Jawa Timur dan Sesmenpora yang selama ini mendorong penyelesaian masalah tersebut .

Sebelumnya, atlet senam artistik asal Kota Kediri Shalfa Avrila Sania dicoret dari skuad Timnas Sea Games 2019 setelah dihantam isu keperawanan. Parahnya lagi, selama mengikuti Puslatda selama kurang lebih 19 bulan dan Pelatnas dua bulan, Shalfa hanya menerima honorarium senilai Rp 200 ribu per bulan. (pul)

Berita Terkait

Pemprov Jatim Beri Bonus Atlet Sea Games Rp 6 Milyar

Minta Maaf, Pelatih Pastikan Atlet Senam Shalfa Ikut PON Papua

Kuasa Hukum Beberkan Dua Fakta Baru Mencengangkan Atlet Senam Kediri

Dituding Tak Perawan, Gubernur Jatim Sayangkan Sikap Pelatih
Berita Terpopuler
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
Peristiwa  8 jam

Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Peristiwa  3 jam

Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Politik  6 jam

Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Malang Raya  7 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber