Berita Terbaru :
Pipa Gas Lapindo Bocor Resahkan Warga
Perawat Meninggal Akibat Covid 19 Menjadi 12
Sekolah di Tuban Ini Gratiskan Biaya Siswa Baru Selama Setahun
Kabar Gembira, 135 Pasien Covid 19 Kabupaten Mojokerto Sembuh
Ada Lagi Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup
Sejumlah 14 Destinasi Wisata di Trenggalek Kembali Dibuka Pada Era New Normal
KPU Malang Akhiri Verfikasi Paslon Perseorangan Dan Sarankan Kampanye Secara Virtual
Tim Kemensos Beri Pendampingan Hukum Kepada Keluarga Korban Pembunuhan Bocah 5 Tahun
Pedagang Pasar Diwajibkan Pakai Masker Pelindung Wajah
Pembeli Hewan Kurban Menurun 25 Persen Menjelang Hari Raya
KPU Malang Sarankan Kampanye Secara Virtual
Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Komisi IX DPR RI Targetkan Pembahasan RUU SKN Selasai Tahun Ini
   

Bangun Drainase Terlalu Dalam, Petani Protes ke Desa
Mataraman  Senin, 16-12-2019 | 14:00 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Sejumlah petani Desa Taji Kecamatan Karas Magetan, melakukan protes terhadap desa setempat, karena pembangunan drainase terlalu dalam. Akibatnya, petani kesulitan mengaliri areal persawahan mereka.

Puluhan petani warga Desa Taji Kecamatan Karas Kabupaten Magetan, melakukan protes ke kantor desa setempat, pada Senin (16/12) siang. Mereka menyampaikan aspirasinya di ruang pertemuan, dengan ditemui pihak pemdes.

Warga melakukan protes ke kantor desa, karena pembangunan drainase antar dusun desa setempat, dianggap terlalu dalam, dan bisa merugikan petani.

Salah satu petani setempat, Amir, mengatakan, awalnya saluran air berukuran sedalam kurang lebih setengah meter. Dalam pembangunan tahun ini, saluran air di sepanjang jalan yang melewati areal persawahan warga dikeruk sedalam kurang lebih 2 meter.

Akibatnya, air yang melewati area persawahan tersebut sulit dialirkan ke sawah, karena saluran air yang terlalu dalam. "Pembangunan saluran air yang terlalu dalam juga dikhawatirkan berdampak pada sawah yang rawan longsor," kata Amir.

Sementara itu, Sugeng Hariadi, Sekdes Taji, mengatakan, akan menampung aspirasi warga dan akan dirapatkan di internal pemdes dan masyarakat yang terdampak atau yang keberatan.

Berita Terkait

Puluhan Petani Demo Bangunan Cafe yang Menyumpat Saluran Pertanian

Gelar Demo, Ribuan Petani Tambak Ajak Ketua DPRD Long March

Demo Ratusan Petani di Kediri Diwarnai Aksi Saling Dorong

Bangun Drainase Terlalu Dalam, Petani Protes ke Desa
Berita Terpopuler
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Teknologi  11 jam

Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Peristiwa  10 jam

Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Peristiwa  9 jam

Sejumlah 14 Destinasi Wisata di Trenggalek Kembali Dibuka Pada Era New Normal
Mlaku - Mlaku  3 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber