Berita Terbaru :
Buron 3 Tahun,Terpidana Kasus Jiplak Merk Antena TV Ditangkap
Kembali Tenaga Kesehatan Meninggal Terpapar Covid 19, Pelepasan Jenasah Diwarnai Isak Tangis
Santri Covid-19 Terus Dilakukan Pengobatan
Paslon Wajib Paham Tentang Aturan Kampanye
Kekeringan Meluas, 5 Kecamatan Alami Krisis Air Bersih
Anggarkan 3,8 Miliar Untuk Ganti Atap Gor Ki Mageti
Covid Bertambah, Pemkab Ponorogo Siapkan 3 Gedung Shelter Baru
Pemerintah Terus Berupaya Meningkatkan Usaha Mikro Terdampak Covid di Jatim
Kesulitan Air Bersih, Warga Manfaatkan Air Sawah
Cegah Covid-19, Melalui Penyemprotan Disinfektan Diberbagai Tempat Rawan
Ratusan Ribu Ton Gula Petani Numpuk di Gudang
Kepergok Curi Motor Diwilayah Pakisaji, Warga Lowokwaru Jadi Amukan Massa
Peringati Hari Tani, Lapas Bojonegoro Gelar Pelatihan Budidaya Tanaman Hidroponik
Ribuan Warga di 18 Desa Menunda Menerima Bansos Pertanian
Dampak Pandemi Covid-19, Perusahaan Rokok Kurangi Jumlah Produksi
   

Dispensasi Nikah Mencapai Ratusan Sejak 2 Bulan Terakhir
Tapal Kuda Dan Madura  Minggu, 15-12-2019 | 00:17 wib
Reporter : Rizqi Setiawan
Bondowoso pojokpitu.com, Sejak 2 bulan terakhir, angka pengajuan dispensasi nikah di Bondowoso terus mengalami peningkatan. Lebih dari 100 pemohon ini masuk pengadilan agama setelah disahkannya revisi undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.

Revisi undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan telah disahkan DPR RI, dengan batas usia minimal perkawinan kini menjadi 19 tahun untuk laki-laki maupun perempuan. Sebelumnya batas minimal menikah 19 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun untuk perempuan.

Di Pengadilan Agama Bondowoso, peningktan mulai terjadi sejak 2 bulan terakhir. Angka pegajuan mencapai 120 pasangan yang kebanyakan diajukan oleh pasangan perempuan. Karena kebanyakan perempuan di Bondowoso menikah degan rata-rata umur 16 hingga 18 tahun.

Menurut Aminuddin, Ketua Pengadilan Agama Bondowoso, dikonfirmasi saat pengesahan kantor baru PA Bondowoso. Sebelumnya pengadilan agama telah menerima informasi dan mensosialisasikan pengesahan undang-undang perkawinan, yang mengatur ulang batas usia menikah baik laki-laki dan perempuan menjadi 19 tahun.

Selain sosialisasi peraturan, langkah ini juga diamabil untuk meminimalisir pernikahan dini. Selain dispensasi nikah, angka peceraian sejak 2019 juga meningkat, yang rata-rata disebabkan oleh persoalan ekonomi.

Kepada masyarakat jika akan ada salah satu pasangan menikah dibawah umur 19 tahun, maka  keduanya harus mengurus dispen ke pengadilan agama setampat. (yos)

Berita Terkait

Hamil Duluan, Penyebab Dispensasi Nikah Naik Drastis

Dispensasi Nikah Mencapai Ratusan Sejak 2 Bulan Terakhir

80 Persen Dispensasi Nikah Dikabulkan PA Karena Hamil Duluan
Berita Terpopuler
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
Peristiwa  12 jam

Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
Peristiwa  11 jam

Ribuan Warga di 18 Desa Menunda Menerima Bansos Pertanian
Peristiwa  9 jam

Kepergok Curi Motor Diwilayah Pakisaji, Warga Lowokwaru Jadi Amukan Massa
Malang Raya  7 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber