Berita Terbaru :
Sungai Gemblo Yang Penuh Sampah Disulap Menjadi Destinasi Wisata Air
Rakercabsus, Bahas Program Unggulan Hingga Reformasi Birokrasi
Puluhan Calon Pasien di Rumah Sakit Pasang Batu dan Botol Air Mineral
Razia Masker, Polisi Justru Temukan Warga Sedang Bermain Judi
Tiga Pria Pengangguran Tipu Pemuda Berkebutuhan Khusus
Ratusan Warga di Nganjuk Antri Bensin Premium
Dua Pelaku Tawuran Ternyata Masih Remaja
Pemkot Surabaya Gelar Rakor Terkait Rencana Sekolah Dibuka
Bersiap Sekolah Tatap Muka, 21 SMP Jalani Simulasi
Demo Pekerja Hiburan Malam Tuntut Walikota Cabut Perwali 33 Tahun 2020
Di Kampus Unair, Gilang Dikenal Baik dan Pandai
Adu Jangkrik Mobil VS Motor, Satu Tewas
Dirut PDAM Surabaya Bantah Siap Dampingi Machfud Arifin Sebagai Bakal Calon Wawali
Gelar Demo, Mahasiswa Segel Gedung Dewan
Dukun Cabul Asal Bondoeo Ditetapkan Tersangka
   

Korban Keracunan Masih Kritis dan Diberi Mesin Pernafasan
Mataraman  Jum'at, 13-12-2019 | 18:04 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Berita Video : Korban Keracunan Masih Kritis dan Diberi Mesin Pernafasan
Ponorogo pojokpitu.com, Kondisi ZI bocah berusia 10, yang dicekoki racun serangga oleh sang ibu hingga kini kondisinya masih serius dan belum sadarkan diri. Selain itu, tim medis juga terpaksa memasang mesin pernafasan karena paru - paru korban juga mengalami luka akibat menenggak racun serangga.

Tim medis Rumah Sakit Umum Dokter Harjono, Ponorogo hingga Jumat sore masih memberikan penanganan intensif di ruang High Care Unit (HCU) Bedah, terhadap ZI, bocah berusia 10, warga Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah.

Kondisinya kini sudah membaik dibanding dengan kemarin, namun putra pertama pasangan suami istri, Winarsih dan Sukron Candani masih belum sadarkan diri dan kondisinya masih serius. Termasuk masih diberi mesin pernafasan karena paru - paru yang mengalami luka akibat menenggak racun pembasmi serangga. Demikian dikatakan Suprapto, Humas RSUD Dokter Harjono Ponorogo.

Seperti diketahui, ZI, Kamis kemarin dirujuk ke RSUD Dokter Harjono Ponorogo usai mendapat perawatan di RSU Muhammadiyah Ponorogo. Korban tak sadarkan diri usai meminum susu yang dicampur porandan atau obat pembasmi serangga oleh Winarsih yang tak lain ibu kandungnya sendiri.

Sementara Winarsih dan Kirana Tasoda, anak kedua tewas setelah juga menenggak susu yang dicampur racun. Belakangan diketahui jika ibu dan dua anak ini sengaja mengakhiri hidupnya karena sang suami menikah lagi dengan wanita lain dan menelantarkan keluarganya. Padahal sampai saat ini, wniarsih masih berstatus istri sah atau belum bercerai.(end/VD:YAN)

Berita Terkait

Pasien Covid 19 di Rumah Sakit Haji Bunuh Diri

Depresi Penyakit Tidak Kunjung Sembuh, Kakek Nekat Bunuh Diri

Jasad Perempuan Terjun Ke Sungai Ditemukan Mengambang

Seorang Perempuan Bunuh Diri Terjun ke Sungai Ngujur
Berita Terpopuler
Kasus Pembunuhan Istri Ternyata Bermotif Ekonomi dan Asmara
Peristiwa  8 jam

Anak Sangat Usil, Perlukah Ada Reward dan Punishment ?
Konsultasi Psikologi  8 jam

Nadim Perbolehkan Dana BOS Untuk Beli Kuota Internet
Pendidikan  10 jam

Ribuan Santri Dan Buruh Demo Tolak RUU HIP
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber