Berita Terbaru :
Pengunaan Tidak Sesuai Target Menyebabkan Pupuk Langka
5 Hari Ops Yustisi, Petugas Catat Puluhan Pelanggar Protokol Kesehatan
Dua Bapaslon Mulai Gerilya Cari Aspirasi Warga
Menpora Usulkan Stadion GBT Menjadi Kandidat Pembukaan Piala Dunia U-20
Laka Truk Vs Truk Marinir, Sopir Truk Alami Cidera
Diduga Puluhan Santrinya Positif Covid 19, Pengurus Tutup Sementara Pondok Al-Mubtadiin
Terjaring Operasi Masker, Para Pelanggar Diberikan Pilihan Hukumannya Setelah Diceramahi Camat
Meski Panen Raya, Petani Garam Masih Merugi Karena Hujan yang Masih Turun
Kepala Pusjarah Polri Kunjungi Monument Brimob Bukti Menghalau Belanda Tahun 1949
Hari PMI, Sugiri Bagi Bagi Masker dan Susu Telor
Ipong Muchlissoni Temu Komunitas Pemuda Milenial
Limbah Masker Medis Berserakan di Samping Rumah Sakit Covid
Warga Digegerkan Penemuan Bayi Laki-Laki di Sawah Belakang Puskesmas
78 Bangunan Semi Permanen Tanpa Izin Dirubuhkan
Siswi Berhenti Sekolah Karena Tidak Punya HP
   

Hakim Gelar Sidang di Lokasi Perkara Nenek Gugat Keponakan
Hukum  Jum'at, 13-12-2019 | 16:31 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Perkara dua nenek yang menggugat keponakannya sendiri, mengungkap fakta baru. Dalam sidang di lokasi objek sengketa, majelis hakim menilai batas dan luas tanah sudah sesuai dengan sertifikat yang dimiliki dua nenek, Elina Widjayanti dan Lusiana Sintawati.

Terungkapnya fakta baru tersebut saat majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menggelar sidang pemeriksaan setempat di lokasi objek sengketa di Desa Dungus, Cerme, Gresik, Jumat siang.

Begitu tiba di lokasi, majelis hakim yang terdiri dari Putu Gede Hariyadi, Ariyas Dedy dan Fitria Ade Maya langsung mengecek batas-batas dan luas tanah yang disengketakan. Dari pantauan di lokasi, hakim melihat luas dan batas tanah sudah sesuai dengan yang tertuang dalam jual beli yakni sertifikat hak milik nomor 128, yakni 5.230 meter persegi.

Wellem Mintarja, kuasa hukum Nenek Elina Widjayanti dan Lusiana Sintawati, mengatakan bila dengan fakta ini maka klaim sang keponakan, Hermina Sutanto bahwa batas dan luas tanah tak sesuai sertifikat, telah terbantahkan.

"Perkara ini bukanlah objek sengketa melainkan terkait ikatan jual beli yang diingkari oleh tergugat, keponakannya," tutur Wellem Mintarja.
 
Sekedar diketahui, gugatan perdata ini dilakukan dua nenek Elina Widjayanti dan Lusiana Sintawati, lantaran sang keponakan Hermina Sutanto mengingkari jual beli tanah, di kawasan Cerme Gresik pada tahun 1999 dengan almarhum Elisa Erawati, yang merupakan saudara kandung dari dua nenek Elina Widjayanti dan Lusiana Sintawati.(end)

Berita Terkait

Hakim Pengadilan Tinggi Menangkan Nenek 75 Tahun Atas Gugatan Tanah

Tergugat BPN dan Pemkab Sampang Tak Hadiri Sidang Sengketa Tanah Di PTUN

Bupati Datangi Lokasi Pembongkaran Pagar Yang Halangi Rumah Warga

Rebutan Tanah, Warga Demo Beri Dukungan Mistun
Berita Terpopuler
Pasutri di Ngawi Hidup Serba Keterbatasan
Peristiwa  9 jam

Diduga Rem Blong, Truk Tronton Sasak 4 Rumah di Jalur Wisata Bromo
Peristiwa  7 jam

Bencana Kekeringan Belum Bisa Diatasi, Terutama Daerah Kering Kritis
Metropolis  8 jam

Gudang Mesin Jahit Jalan Veteran Surabaya Ludes Dilalap Api
Metropolis  8 jam



Cuplikan Berita
Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Gudang Mebel dan Dua Rumah Hangus Terbakar
Pojok Pitu

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Jatim Awan

KPU Surabaya Segera Publikasikan DPS Pada Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber