Berita Terbaru :
Sempat Diburu, 3 Pelaku Tik-Tok di Jembatan Suramadu Akhirnya Diamankan Polisi
Sehari 100 Perawat Terpapar Covid, Surabaya dan Sidoarjo Paling Banyak
Begini Kata Gubernur tentang Wacana Pasien Covid-19 Dipindah ke Pulau Galang
Pusat UTBK di Surabaya Sediakan Rapid Test Gratis Sebelum Ujian
Guru dan Siswa SMK Buat Mobil Listrik Untuk Pelaku UMKM
Golkar Akan Definitifkan Calon di 9 Kabupaten Kota
Rumah Sakit Surabaya Mulai Adakan Rapid Test Untuk Peserta UTBK SBMPTN
Adik Via Vallen Lapor Pencemaran Nama Baik di Medsos
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
DPD PDIP Belum Terima Surat Rekom Terkait Pilwali Surabaya
Bawaslu Temukan Ratusan Penyelenggara Tak Netral Dalam Pilkada
Digunakan Tempat Prostitusi, Bangli Dibongkar
   

Polisi Gagalkan Penyelundupan 200 Butir Pil Ekstasi e Kalimantan Timur Senilai Rp 160 Juta
Metropolis  Kamis, 12-12-2019 | 18:30 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, berhasil membekuk seorang kurir pil ekstasi jaringan Kalimantan Timur. Dari hasil penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti 200 butir pil ekstasi, dengan nilai total mencapai seratus enam puluh juta rupiah.

Fernanda Saputra (20) warga Jalan Talang Sari,Samarinda,Kalimantan Timur,yang dibekuk petugas Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, lantaran terlibat menjadi kurir pil ekstasi jaringan Kalimantan Timur.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan sebuah kantor ekspedisi di Jalan Krembangan Surabaya, yang curiga dengan isi paket kubus yang dikirim oleh seseorang dengan tujuan pengiriman di Jalan Kakap,Kecamatan Samarinda Ilir,Kota Samarinda.

Petugas pun langsung terbang ke Samarinda,Kalimantan Timur dan menunggu penjemput paket tersebut.

Beberapa jam diawasi, akhirnya berhasil ditangkap Fernanda beserta paket yang diduga berisi barang haram tersebut.

Saat paket tersebut dibuka, akhirnya diketahui ada tiga plastik berisi 200 butir pil ekstasi, yang dibungkus bersamaan dengan beberapa potong baju. Tak tanggung-tanggung,ratusan pil ekstasi tersebut bernilai total Rp 160 juta.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, mengatakan,p engirim sengaja membungkusnya bersamaan dengan baju yang tujuannya untuk mengelabuhi petugas.

"Bahkan, saat Fernanda diinterogasi,  ia mengaku diperintah oleh seorang bandar pil ekstasi inisial AL dengan upah sekali ambil sebesar Rp 750 ribu ditambah  bonus per bulannya mencapai Rp 2 juta," kata AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Kini, petugas tengah memburu AL bandar besar asal Kalimantan Timur, beserta pengirim pil ekstasi yang dikemas dalam bentuk paket tersebut.

Sementara itu, Fernanda Saputra bakal mempertanggung jawabkan perbuatannya, lantaran akan dijerat dengan pasal 114 ayat satu, subsider pasal 111 ayat 1 dan pasal 112 ayat satu undang-undang tentang narkotika. (yos)

Berita Terkait

Pengedar dan Pengguna Sabu Diringkus Usai Transaksi

Jadi Kurir, Seorang Wanita Selundupkan Sabu di Dalam Kemaluan

Polisi Gagalkan Penyelundupan 200 Butir Pil Ekstasi e Kalimantan Timur Senilai Rp 160 Juta

TKI Asal Purworejo Selundupkan Senjata Api Dari Taiwan
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  19 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  18 jam

Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Peristiwa  5 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  16 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber