Berita Terbaru :
Warga Panen Ikan Saat Debit Air Waduk Dawuhan Mengering
Seorang Pemuda Ngaku Dapat Bisikan Gaib Untuk Begal Payudara Wanita
Polrestabes Surabaya Terima 100 Ribu Masker Kesehatan Untuk Masyarakat Miskin
Pemkot Tutup Karanggayam, 20 Club Persebaya Mengadu dan Dukung MA-Mujiaman
Pemkab Gresik Sangat Serius Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan
Euphoria Sepak Bola Usia Dini
Dewan Adat Majapahit Protes Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Sejumlah Karyawati Pabrik
Dua Pasang Calon Walikota Blitar Deklarasikan Kampanye Damai dan Sehat
Deklarasi Damai, Kampanye Pilkada Kota Surabaya Harus Sesuai Protokol Kesehatan
Bawaslu Ajak Kedua Paslon Disiplin Menerapkan Protokol Kesehatan Saat Kampanye
Forkopimda Gelar FGD dan Deklarasi Pilkada Damai Serta Sehat
Satreskrim Polresta Banyuwangi Bekuk Dua Pelaku dan Empat Penadah Motor
Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi
Seluruh Paslon Deklarasi Pemilu Damai
1 Pedagang Terkonfirmasi Covid-19, Pasar Desa Mojorejo Ditutup
   

Polisi Gagalkan Penyelundupan 200 Butir Pil Ekstasi e Kalimantan Timur Senilai Rp 160 Juta
Metropolis  Kamis, 12-12-2019 | 18:30 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, berhasil membekuk seorang kurir pil ekstasi jaringan Kalimantan Timur. Dari hasil penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti 200 butir pil ekstasi, dengan nilai total mencapai seratus enam puluh juta rupiah.

Fernanda Saputra (20) warga Jalan Talang Sari,Samarinda,Kalimantan Timur,yang dibekuk petugas Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, lantaran terlibat menjadi kurir pil ekstasi jaringan Kalimantan Timur.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan sebuah kantor ekspedisi di Jalan Krembangan Surabaya, yang curiga dengan isi paket kubus yang dikirim oleh seseorang dengan tujuan pengiriman di Jalan Kakap,Kecamatan Samarinda Ilir,Kota Samarinda.

Petugas pun langsung terbang ke Samarinda,Kalimantan Timur dan menunggu penjemput paket tersebut.

Beberapa jam diawasi, akhirnya berhasil ditangkap Fernanda beserta paket yang diduga berisi barang haram tersebut.

Saat paket tersebut dibuka, akhirnya diketahui ada tiga plastik berisi 200 butir pil ekstasi, yang dibungkus bersamaan dengan beberapa potong baju. Tak tanggung-tanggung,ratusan pil ekstasi tersebut bernilai total Rp 160 juta.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, mengatakan,p engirim sengaja membungkusnya bersamaan dengan baju yang tujuannya untuk mengelabuhi petugas.

"Bahkan, saat Fernanda diinterogasi,  ia mengaku diperintah oleh seorang bandar pil ekstasi inisial AL dengan upah sekali ambil sebesar Rp 750 ribu ditambah  bonus per bulannya mencapai Rp 2 juta," kata AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Kini, petugas tengah memburu AL bandar besar asal Kalimantan Timur, beserta pengirim pil ekstasi yang dikemas dalam bentuk paket tersebut.

Sementara itu, Fernanda Saputra bakal mempertanggung jawabkan perbuatannya, lantaran akan dijerat dengan pasal 114 ayat satu, subsider pasal 111 ayat 1 dan pasal 112 ayat satu undang-undang tentang narkotika. (yos)

Berita Terkait

Penyelundupan 500 Gram Sabu Di Lapas Kelas 1 Berhasil Digagalkan

Pengedar dan Pengguna Sabu Diringkus Usai Transaksi

Jadi Kurir, Seorang Wanita Selundupkan Sabu di Dalam Kemaluan

Polisi Gagalkan Penyelundupan 200 Butir Pil Ekstasi e Kalimantan Timur Senilai Rp 160 Juta
Berita Terpopuler
Puluhan Santri Pesantren Terpapar Covid 19
Covid-19  7 jam

Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi
Peristiwa  4 jam

Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Peristiwa  12 jam

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Peristiwa  18 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber