Berita Terbaru :
Walikota Malang Pastikan PSBB Tak Diperpanjang
Sidang DPR
PSBB Jilid III, Desa Waru Menjadi Pusat Percontohan Menekan Angka Penyebaan Virus Covid-19
Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN dan Jurnalis Jalani Rapid Test
Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Pandemi Covid 19 Ternyata Berdampak Pada Penjual Janur dan Ketupat
Polsek Sukolilo Pantau Pengamanan Perumahan Terapkan Protap Covid 19
Usaha Jasa Sablon Kaos Kebanjiran Order di Tengah Pandemi Covid 19
Rayakan Lebaran di Rusunawa, Walikota Bawakan Opor Ayam dan Lontong Ketupat Untuk Pasien Karantina
Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
   

Polisi Gagalkan Penyelundupan 200 Butir Pil Ekstasi e Kalimantan Timur Senilai Rp 160 Juta
Metropolis  Kamis, 12-12-2019 | 18:30 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, berhasil membekuk seorang kurir pil ekstasi jaringan Kalimantan Timur. Dari hasil penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti 200 butir pil ekstasi, dengan nilai total mencapai seratus enam puluh juta rupiah.

Fernanda Saputra (20) warga Jalan Talang Sari,Samarinda,Kalimantan Timur,yang dibekuk petugas Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, lantaran terlibat menjadi kurir pil ekstasi jaringan Kalimantan Timur.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan sebuah kantor ekspedisi di Jalan Krembangan Surabaya, yang curiga dengan isi paket kubus yang dikirim oleh seseorang dengan tujuan pengiriman di Jalan Kakap,Kecamatan Samarinda Ilir,Kota Samarinda.

Petugas pun langsung terbang ke Samarinda,Kalimantan Timur dan menunggu penjemput paket tersebut.

Beberapa jam diawasi, akhirnya berhasil ditangkap Fernanda beserta paket yang diduga berisi barang haram tersebut.

Saat paket tersebut dibuka, akhirnya diketahui ada tiga plastik berisi 200 butir pil ekstasi, yang dibungkus bersamaan dengan beberapa potong baju. Tak tanggung-tanggung,ratusan pil ekstasi tersebut bernilai total Rp 160 juta.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, mengatakan,p engirim sengaja membungkusnya bersamaan dengan baju yang tujuannya untuk mengelabuhi petugas.

"Bahkan, saat Fernanda diinterogasi,  ia mengaku diperintah oleh seorang bandar pil ekstasi inisial AL dengan upah sekali ambil sebesar Rp 750 ribu ditambah  bonus per bulannya mencapai Rp 2 juta," kata AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Kini, petugas tengah memburu AL bandar besar asal Kalimantan Timur, beserta pengirim pil ekstasi yang dikemas dalam bentuk paket tersebut.

Sementara itu, Fernanda Saputra bakal mempertanggung jawabkan perbuatannya, lantaran akan dijerat dengan pasal 114 ayat satu, subsider pasal 111 ayat 1 dan pasal 112 ayat satu undang-undang tentang narkotika. (yos)

Berita Terkait

Pengedar dan Pengguna Sabu Diringkus Usai Transaksi

Jadi Kurir, Seorang Wanita Selundupkan Sabu di Dalam Kemaluan

Polisi Gagalkan Penyelundupan 200 Butir Pil Ekstasi e Kalimantan Timur Senilai Rp 160 Juta

TKI Asal Purworejo Selundupkan Senjata Api Dari Taiwan
Berita Terpopuler
Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  10 jam

Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  9 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  8 jam

Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Peristiwa  1 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber