Berita Terbaru :
Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit, Digali Secara Liar Oleh Oknum dan Kini Dikubur Kembali
Dampak Positif Covid, Merebaknya UMKM
Waspada Banjir, Kerja Bhakti Bersihkan Sungai Dari Sampah
Pelanggar yang Terjaring Operasi Zebra Tidak Ditilang Tetapi Dihipnoterapi
Kantor PLN Ponorogo Tutup Akibat Covid 19
Jaksa Agung Muda Pengawas Sidak Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Sidoarjo
Sempat Ditahan di Malaysia, 154 Orang Pekerja Imigran Indonesia Asal Madura Dideportasi
Tiga Bos Nasional Turun Tangan Selesaikan Konflik Klenteng Tuban
Warga Datangi Balai Desa Tuntut Penutupan Kandang Ayam
Tolak UU Omnibus Law, BEM Malang Raya Gelar Aksi Demo
Bencana Angin Kencang, Sejumlah Pohon Tumbang Timpa Rumah
Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Dinas Pendidikan Berlakukan Belajar Tatap Muka Tingkat SD-SMP Masuk Zona Hijau dan Kuning
Seorang Laki-Laki Tanpa Identitas Tenggelam di Sungai Bengawan Solo
Persebaya Tagih Hak Komersial Rp 800 Juta Per Bulan ke PSSI
   

Polisi Gagalkan Penyelundupan 200 Butir Pil Ekstasi e Kalimantan Timur Senilai Rp 160 Juta
Metropolis  Kamis, 12-12-2019 | 18:30 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Surabaya pojokpitu.com, Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, berhasil membekuk seorang kurir pil ekstasi jaringan Kalimantan Timur. Dari hasil penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti 200 butir pil ekstasi, dengan nilai total mencapai seratus enam puluh juta rupiah.

Fernanda Saputra (20) warga Jalan Talang Sari,Samarinda,Kalimantan Timur,yang dibekuk petugas Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, lantaran terlibat menjadi kurir pil ekstasi jaringan Kalimantan Timur.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan sebuah kantor ekspedisi di Jalan Krembangan Surabaya, yang curiga dengan isi paket kubus yang dikirim oleh seseorang dengan tujuan pengiriman di Jalan Kakap,Kecamatan Samarinda Ilir,Kota Samarinda.

Petugas pun langsung terbang ke Samarinda,Kalimantan Timur dan menunggu penjemput paket tersebut.

Beberapa jam diawasi, akhirnya berhasil ditangkap Fernanda beserta paket yang diduga berisi barang haram tersebut.

Saat paket tersebut dibuka, akhirnya diketahui ada tiga plastik berisi 200 butir pil ekstasi, yang dibungkus bersamaan dengan beberapa potong baju. Tak tanggung-tanggung,ratusan pil ekstasi tersebut bernilai total Rp 160 juta.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, mengatakan,p engirim sengaja membungkusnya bersamaan dengan baju yang tujuannya untuk mengelabuhi petugas.

"Bahkan, saat Fernanda diinterogasi,  ia mengaku diperintah oleh seorang bandar pil ekstasi inisial AL dengan upah sekali ambil sebesar Rp 750 ribu ditambah  bonus per bulannya mencapai Rp 2 juta," kata AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Kini, petugas tengah memburu AL bandar besar asal Kalimantan Timur, beserta pengirim pil ekstasi yang dikemas dalam bentuk paket tersebut.

Sementara itu, Fernanda Saputra bakal mempertanggung jawabkan perbuatannya, lantaran akan dijerat dengan pasal 114 ayat satu, subsider pasal 111 ayat 1 dan pasal 112 ayat satu undang-undang tentang narkotika. (yos)

Berita Terkait

Polisi Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi ke Luar Negeri

Penyelundupan 500 Gram Sabu Di Lapas Kelas 1 Berhasil Digagalkan

Pengedar dan Pengguna Sabu Diringkus Usai Transaksi

Jadi Kurir, Seorang Wanita Selundupkan Sabu di Dalam Kemaluan
Berita Terpopuler
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Malang Raya  10 jam

Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Malang Raya  8 jam

Tanaman Padi Rusak Diterjang Angin Kencang
Peristiwa  6 jam

Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber