Berita Terbaru :
Kembali Tenaga Kesehatan Meninggal Terpapar Covid 19, Pelepasan Jenasah Diwarnai Isak Tangis
Santri Covid-19 Terus Dilakukan Pengobatan
Paslon Wajib Paham Tentang Aturan Kampanye
Kekeringan Meluas, 5 Kecamatan Alami Krisis Air Bersih
Anggarkan 3,8 Miliar Untuk Ganti Atap Gor Ki Mageti
Covid Bertambah, Pemkab Ponorogo Siapkan 3 Gedung Shelter Baru
Pemerintah Terus Berupaya Meningkatkan Usaha Mikro Terdampak Covid di Jatim
Kesulitan Air Bersih, Warga Manfaatkan Air Sawah
Cegah Covid-19, Melalui Penyemprotan Disinfektan Diberbagai Tempat Rawan
Ratusan Ribu Ton Gula Petani Numpuk di Gudang
Kepergok Curi Motor Diwilayah Pakisaji, Warga Lowokwaru Jadi Amukan Massa
Peringati Hari Tani, Lapas Bojonegoro Gelar Pelatihan Budidaya Tanaman Hidroponik
Ribuan Warga di 18 Desa Menunda Menerima Bansos Pertanian
Dampak Pandemi Covid-19, Perusahaan Rokok Kurangi Jumlah Produksi
Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
   

Kepsek SMP Labschool Unesa Cabuli Siswa Mulai Diadili
Hukum  Rabu, 11-12-2019 | 19:09 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Perkara Ali Shodiqin, Kepala Sekolah Labschool Unesa Surabaya yang mencabuli dan menganiaya tujuh siswa, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Ali shodikin, terdakwa kasus pencabulan menjalani sidang perdana di Ruang TIrta, Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (11/12) sore. Terdakwa Ali Shodikin didakwa melanggar tiga pasal sekaligus dan terancam hukuman pidana 15 tahun penjara.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Novan dari Kejati Jatim, disebutkan bila perbuatan terdakwa Ali Shodikin melanggar pasal 80 juncto 76 C undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. Serta melanggar pasal 82 juncto pasal 76 e undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. Dan pasal 281 ayat 1 juncto pasal 64 ayat 1 KUHP, tentang pencabulan.

Atas dakwaan jaksa tersebut, terdakwa Ali Shodikin langsung mengajukan nota keberatan atau eksepsi. Terdakwa Ali yang juga guru agama tersebut mengatakan bila semua dakwaan jaksa tidak benar dan bohong. Ali membantah telah melakukan penganiayaan dan pencabulan terhadap siswanya.

Menurut Wulansari, salah satu orang tua siswa SMP Labschool Unesa, mereka berharap terdakwa Ali Shodikin mendapat hukuman yang berat lantaran telah membuat trauma korban.

Sekedar diketahui, pencabulan yang dilakukan Ali Shodikin, Kepala Sekolah Labschool Unesa terjadi sekitar bulan Agustus 2018 hingga Maret 2019. Terdakwa melakukan perbuatan cabulnya di lingkungan sekolah, seperti di ruang kelas, tempat wudhu hingga di mushola. (end)

Berita Terkait

Pendeta Cabuli Anak Bawah Umur Divonis 10 Tahun Penjara

Diiming-Imingi Uang, Kakek Tega Cabuli Bocah SD

Mengancam Akan Kirim Santet, Kakek Paranormal Cabuli Anak Di Bawah Umur

Bapak Cabuli Anak Kandung Ditangkap Polisi
Berita Terpopuler
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
Peristiwa  12 jam

Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
Peristiwa  11 jam

Ribuan Warga di 18 Desa Menunda Menerima Bansos Pertanian
Peristiwa  9 jam

Kepergok Curi Motor Diwilayah Pakisaji, Warga Lowokwaru Jadi Amukan Massa
Malang Raya  7 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber