Berita Terbaru :
Haul KH Abdul Hamid, Dilakukan Virtual dan Membatasi Jamaah Hadir
FK3 Resmi Cabut Dukung Kelana Beralih Dukung Paslon Nomor Urut 1
Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit, Digali Secara Liar Oleh Oknum dan Kini Dikubur Kembali
Dampak Positif Covid, Merebaknya UMKM
Waspada Banjir, Kerja Bhakti Bersihkan Sungai Dari Sampah
Pelanggar yang Terjaring Operasi Zebra Tidak Ditilang Tetapi Dihipnoterapi
Kantor PLN Ponorogo Tutup Akibat Covid 19
Jaksa Agung Muda Pengawas Sidak Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Sidoarjo
Sempat Ditahan di Malaysia, 154 Orang Pekerja Imigran Indonesia Asal Madura Dideportasi
Tiga Bos Nasional Turun Tangan Selesaikan Konflik Klenteng Tuban
Warga Datangi Balai Desa Tuntut Penutupan Kandang Ayam
Tolak UU Omnibus Law, BEM Malang Raya Gelar Aksi Demo
Bencana Angin Kencang, Sejumlah Pohon Tumbang Timpa Rumah
Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Dinas Pendidikan Berlakukan Belajar Tatap Muka Tingkat SD-SMP Masuk Zona Hijau dan Kuning
   

Seledri Hasil Hidroponik, Sayur Bebas Pestisida Mampu Bertahan 3 Hari
Icip - Icip  Rabu, 11-12-2019 | 02:03 wib
Reporter : Rizqi Setiawan
Bondowoso pojokpitu.com, Seledri hasil hidroponik di Bondowoso, sangat diminati pasar lokal dan pelaku usaha. Meski harga lebih mahal, namun seledri ini bebas pestisida serta mampu bertahan hingga 3 hari setelah dipetik.

Di Desa Tamanan Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso, sejumlah warga melakoni cocok tanam sayur dengan media hidroponik. Seperti di lahan milik Slamet Riyadi ini misalnya, 15 ribu lobang telah diisi sayur seledri yang sangat subur dan lebet daunnya.

Seledri dipilih oleh pria 50 tahun ini, karena sayur tersebut begitu diminati pasar lokal bondowoso. Para konsumen yang rata-rata pelaku usaha kuliner lebih memilih seledri milik Slamet, karena tidak menggunakan pestisida. Sehingga sangat aman untuk dikonsumsi.

Selain itu, seledri hidroponik mampu bertahahn hingga 3 hari sejak dipetik dalam konsidi hijau. Biasanya seledri hanya mampu bertahan 1 hingga 2 hari saja daunnya sudah menguning. Dari bentuk, hasil hidroponik lebih besar batangnya dengan daun yang lebih banyak.

Setiap harinya slamet mampu memanen 20 hingga 30 kilogram seledri siap jual, harganya pun lebih mahal dari selegri petani konvensional.

"Rata-rata perkilo seledri hidroponik dijual dengan harga Rp 12.000 hingga Rp 20.000 perkilogram, harga bisa naik hingga Rp 40.000 jika permintan melonjak utamanya saat hari besar," kata Slamet Riyadi.

Setiap hari pelaku hidroponik hanya harus menjaga unsur hara dalam air dengan sirkulasi air lancar.
selain untuk sayur, seledri juga bisa olah menjadi minuman dengan bermacam khasiat menyembuhkan berbagai penyakit dalam. (yos)

Berita Terkait

Nikmatnya Kuliner Nostalgia

Nikmatnya Kuliner Legendaris Sate dan Becek Menthok

Kuliner Khas Madura Yang Hanya Dibuat di Hari Ke-7 Setelah Lebaran

Bangun Pusat Kuliner, Pemkot Gelontorkan Rp 9 miliar
Berita Terpopuler
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Malang Raya  11 jam

Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Malang Raya  9 jam

Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Peristiwa  4 jam

Tanaman Padi Rusak Diterjang Angin Kencang
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber