Berita Terbaru :
Buron 3 Tahun,Terpidana Kasus Jiplak Merk Antena TV Ditangkap
Kembali Tenaga Kesehatan Meninggal Terpapar Covid 19, Pelepasan Jenasah Diwarnai Isak Tangis
Santri Covid-19 Terus Dilakukan Pengobatan
Paslon Wajib Paham Tentang Aturan Kampanye
Kekeringan Meluas, 5 Kecamatan Alami Krisis Air Bersih
Anggarkan 3,8 Miliar Untuk Ganti Atap Gor Ki Mageti
Covid Bertambah, Pemkab Ponorogo Siapkan 3 Gedung Shelter Baru
Pemerintah Terus Berupaya Meningkatkan Usaha Mikro Terdampak Covid di Jatim
Kesulitan Air Bersih, Warga Manfaatkan Air Sawah
Cegah Covid-19, Melalui Penyemprotan Disinfektan Diberbagai Tempat Rawan
Ratusan Ribu Ton Gula Petani Numpuk di Gudang
Kepergok Curi Motor Diwilayah Pakisaji, Warga Lowokwaru Jadi Amukan Massa
Peringati Hari Tani, Lapas Bojonegoro Gelar Pelatihan Budidaya Tanaman Hidroponik
Ribuan Warga di 18 Desa Menunda Menerima Bansos Pertanian
Dampak Pandemi Covid-19, Perusahaan Rokok Kurangi Jumlah Produksi
   

Dampak Kekeringan Panjang, Pertumbuhan Ekonomi Mengalami Penurunan
Ekonomi Dan Bisnis  Rabu, 11-12-2019 | 04:09 wib
Reporter : Ayul Anhdim
Surabaya pojokpitu.com, Pertumbuhan ekonomi di Jatim mengalami penurunan di pada triwulan ketiga 5.32 persen dari target pertumbuhan ekonomi di jatim priode 2019 -2024 yang mematok 5.67 persen.

Namun pertumbuhan ekonomi Jatim ini masih tinggi di atas rata-rata nasional, saat ini pemerintah berusaha menggenjot pertumbuhan ekonomi di Jatim.  Namun yang menjadi fokus pemerintah saat ini mengatasi serapan anggaran dan memperbaiki birokrasi di pemerintah agar tahun 2020 bisa lari kencang.

Target Pemerintah Jawa Timur dalam RPJMD tahun 2019 -2024 pertumbuhan ekonomi di jatim mencapai 5.67 persen, namun target tersebut tidak sesuai harapan untuk triwulan ketiga akhir tahun ini pertumbuhan ekonomi di jatim mencapai 5.32 persen mengalami penurunan.

Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jatim, menerangkan, banyak faktor penyebab menurunya pertumbuhan ekonomi di Jatim, diantaranya akibat kemarau atau kekeringan  yang pajang di Jatim.

"Sehingga berdampak para sektor pertanian , sektor pertanian sendiri menyumbang 12 persen pertumbuhan ekonomi dijatim,namun pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi akan naik karena sudah mendekati musim penghujan," kata Emil Elistianto Dardak.

Pemerintah sendiri tidak mempersoalkan dengan penurunan ekonomi di Jatim, karena pertumbuhan eknomi Jatim masih di atas rata-rata nasional.

Pemerintah saat ini lebih fokus pada penyelsaian penyerapan anggaran dan memperbaiki regulasi di pemerintahan agar di tahun 2020 bisa lari kencang. (yos)

Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Jatim Sedang Merosot, Pemerintah Diminta Melakukan Penambahan Modal Bagi UMKM

Dampak Kekeringan Panjang, Pertumbuhan Ekonomi Mengalami Penurunan

Pertumbuhan Ekonomi Jatim Naik 5,5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Jatim Turun Jadi 5,03 Persen
Berita Terpopuler
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
Peristiwa  12 jam

Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
Peristiwa  11 jam

Ribuan Warga di 18 Desa Menunda Menerima Bansos Pertanian
Peristiwa  9 jam

Kepergok Curi Motor Diwilayah Pakisaji, Warga Lowokwaru Jadi Amukan Massa
Malang Raya  7 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber