Berita Terbaru :
Rakercabsus, Bahas Program Unggulan Hingga Reformasi Birokrasi
Puluhan Calon Pasien di Rumah Sakit Pasang Batu dan Botol Air Mineral
Razia Masker, Polisi Justru Temukan Warga Sedang Bermain Judi
Tiga Pria Pengangguran Tipu Pemuda Berkebutuhan Khusus
Ratusan Warga di Nganjuk Antri Bensin Premium
Dua Pelaku Tawuran Ternyata Masih Remaja
Pemkot Surabaya Gelar Rakor Terkait Rencana Sekolah Dibuka
Bersiap Sekolah Tatap Muka, 21 SMP Jalani Simulasi
Demo Pekerja Hiburan Malam Tuntut Walikota Cabut Perwali 33 Tahun 2020
Di Kampus Unair, Gilang Dikenal Baik dan Pandai
Adu Jangkrik Mobil VS Motor, Satu Tewas
Dirut PDAM Surabaya Bantah Siap Dampingi Machfud Arifin Sebagai Bakal Calon Wawali
Gelar Demo, Mahasiswa Segel Gedung Dewan
Dukun Cabul Asal Bondoeo Ditetapkan Tersangka
Seorang Bayi Ditemukan Tewas Dengan Kondisi Masih Terbungkus Ari-Ari
   

Polisi Lamban Tangani Kasus Proyek Watu Dakon Resort
Mataraman  Rabu, 11-12-2019 | 03:16 wib
Reporter : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Kasus pengrusakan lingkungan proyek kolam renang abal-abal watu dakon resort nyaris jalan ditempat. Polisi hingga kini belum mengantarkan berkas tersangka Agus Suyanto, pemilik proyek itu ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun.

Tim penyidik Satreskrim Polres Madiun belum  melimpahkan kasus pertambangan ilegal, dan perusakan lingkungan di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun,  ke Kejaksaan Negeri Madiun, meskipun saat ini polisi sudah menetapkan tersangka Agus Suyanto selaku  pemilik lahan bernama.

Penanganan kasus proyek galian tanah ilegal berkedok kolam renang ini terkesan lama, padahal kasus tersebut sudah masuk tahap penyidikan sejak pertengahan tahun 2019 lalu.  

Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Logos Bintoro, menyatakan lambannya penanganan kasus watu dakon disebabkan kasus pengrusakan lingkungan itu merupakan undang undang khusus.

Dimana dalam pasal yang disangkakan polisi menggunakan dua undang-undang yakni uu tentang lingkungan dan uu tentang mineral dan batubara. "Sehingga dalam tahapan penetapan tersangka hingga penyidikan tahap selanjutnya membutuhkan keterangan saksi ahli," kata AKP Logos Bintoro.

Logos menambahkanpihaknya akan segera menyerahkan berkas tersangka ke kejaksaan secepat mungkin. Diketahui lahan yang berada di Desa Banjarsari Wetan tersebut,  sebenarnya akan digunakan untuk kolam renang Watu Dakon Resort (WDR). 

Tetapi oleh pemiliknya justru ditambang dan hasil tambangnya dijual, hingga akibat dari aktifitas pertambangan menggangu lingkungan masyarakat sekitar.  termasuk dampak dari galian itu  terjadi kerusakan lingkungan. (yos)

Berita Terkait

Jaksa Segera Limpahkan Berkas Kasus WDR ke Pengadilan

Tersangka Watu Dakon Resort Dikerangkeng Kejaksaan

Siap Diserahkan Kejari, Tersangka Kasus Watu Dakon Absen

Kejari Tunggu Pelimpahan Tahap 2 Kasus Watu Dakon
Berita Terpopuler
Kasus Pembunuhan Istri Ternyata Bermotif Ekonomi dan Asmara
Peristiwa  8 jam

Anak Sangat Usil, Perlukah Ada Reward dan Punishment ?
Konsultasi Psikologi  8 jam

Nadim Perbolehkan Dana BOS Untuk Beli Kuota Internet
Pendidikan  10 jam

Ribuan Santri Dan Buruh Demo Tolak RUU HIP
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber