Berita Terbaru :
Kembali Tenaga Kesehatan Meninggal Terpapar Covid 19, Pelepasan Jenasah Diwarnai Isak Tangis
Santri Covid-19 Terus Dilakukan Pengobatan
Paslon Wajib Paham Tentang Aturan Kampanye
Kekeringan Meluas, 5 Kecamatan Alami Krisis Air Bersih
Anggarkan 3,8 Miliar Untuk Ganti Atap Gor Ki Mageti
Covid Bertambah, Pemkab Ponorogo Siapkan 3 Gedung Shelter Baru
Pemerintah Terus Berupaya Meningkatkan Usaha Mikro Terdampak Covid di Jatim
Kesulitan Air Bersih, Warga Manfaatkan Air Sawah
Cegah Covid-19, Melalui Penyemprotan Disinfektan Diberbagai Tempat Rawan
Ratusan Ribu Ton Gula Petani Numpuk di Gudang
Kepergok Curi Motor Diwilayah Pakisaji, Warga Lowokwaru Jadi Amukan Massa
Peringati Hari Tani, Lapas Bojonegoro Gelar Pelatihan Budidaya Tanaman Hidroponik
Ribuan Warga di 18 Desa Menunda Menerima Bansos Pertanian
Dampak Pandemi Covid-19, Perusahaan Rokok Kurangi Jumlah Produksi
Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
   

Nasib Guru Honorer, Bupati Tunggu Pemerintah Pusat
Pendidikan  Selasa, 10-12-2019 | 02:03 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Bupati Magetan, Suprawoto, belum berani melangkah terkait tuntutan ribuan guru hononer non-kategori di magetan, yang meminta legalitas. Bupati masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat, karena setiap keputusan harus berdasar pada hukum atau aturan.

Ribuan guru hononer non kategori di Kabupaten Magetan, nampaknya harus bersabar, menunggu tuntutan mereka terkabul. Karena Pemkab masih mengkaji tuntutan mereka yang menginginkan legalitas.

Bupati Magetan, Suprawoto, mengatakan, sebelum ada petunjuk teknis yang bisa dijadikan dasar hukum, pihaknya belum bisa melangkah. "Karena setiap keputusan yang dikeluarkan, harus mempunyai dasar hukum," ujar Suprawoto.

Sebaliknya apabila ada petunjuk dari pemerintah pusat, pihaknya akan segera merealisasikannya untuk mengakomodir keinginan guru honorer.
Sebelumnya, ribuan guru honorer di Magetan menggelar doa bersama di Masjid Agung Baitussalam Magetan. Mereka menggelar doa bersama, berharap agar pemerintah lebih memperhatikan nasibnya.

Keesokan harinya, mereka menggelar senam bersama dan penyampaian orasi di Gedung PGRI setempat. Para guru honorer non kategori menuntut kejelasan atau legalitas dari pemerintah. (yos)

Berita Terkait

Duh, Nasib PPPK Kabupaten Ngawi Masih Gelap

Soal Guru Honorer, Ini Kata FHI untuk Mendikbud Nadiem

Nasib Guru Honorer, Bupati Tunggu Pemerintah Pusat

Berharap Kesejahteraan, Ribuan Guru Honorer Istighosah
Berita Terpopuler
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
Peristiwa  12 jam

Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
Peristiwa  11 jam

Ribuan Warga di 18 Desa Menunda Menerima Bansos Pertanian
Peristiwa  9 jam

Kepergok Curi Motor Diwilayah Pakisaji, Warga Lowokwaru Jadi Amukan Massa
Malang Raya  7 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber