Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Kesehatan 

Masih Menjadi Ancaman, 1 Dari 4 Orang Indonesia Obesitas
Senin, 09-12-2019 | 22:12 wib
Oleh : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Dunia yang semakin canggih dan serba online menjadikan hidup lebih mudah. Seperti membeli makanan tanpa harus keluar rumah. Karena cukup menggunakan jasa online.

Menurut dr Grace Judio Kahl, dari klinik Lighthouse Surabaya, 1 dari 4 penduduk Indonesia saat ini mengalami obesitas  atau kelebihan berat badan. Dari jumlah itu paling banyak dialami wanita sekitar 29,7 persen dan pria 11,4 persen.

Jika diurut dari asal daerah, Jakarta menempati posisi pertama 37,1 persen, diikuti Aceh 36,4 persen, Jatim 32,9 persen, Riau 31,2 persen dan Jawa Barat 30,7 persen. "Kebanyakan orang makan dengan mata, yakni makan berdasarkan apa yang dilihat karena ingin, sehingga cenderung makan hingga kekenyangan," kata dr Grace.

Padahal seharusnya makan sesuai porsi yang cukup untuk tubuh. Selain itu juga mengurangi makanan manis dan yang mengandung tepung.

Dr Grace menambahkan, setiap orang yang ingin menurunkan berat badan, harus mengetahui kondisi tubuhnya. Karena setiap tubuh memiliki kondisi yang berbeda-beda, sehingga harus menjalankan pola diet yang juga berbeda-beda.

"Akan lebih baik jika pola diet itu dibantu dengan supervisi medis seperti dokter, ahli gizi dan psikolog," tambah dr Grace. (pul)

Berita Terkait


Masih Menjadi Ancaman, 1 Dari 4 Orang Indonesia Obesitas

Berita Duka, Yunita Gadis Obesitas Akhirnya Meninggal Dunia

Gawat, Gadis Obesitas Kembali Dirawat di RSUD Sidoarjo

Sukes Berat Badan Turun 30 Kg, Yunita Kini Lebih Aktif


Waspada, Obesitas Percepat Pengapuran Sendi

Yunita Gadis Obesitas Jalani Fisioterapi

Gadis Obesitas Jalani Terapi Statik Cycle dan Tiup Balon

Horee..Berat Badan Pasien Obesitas Turun 7 Kg
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber