Berita Terbaru :
Pembelajaran Tata Surya Melalui Augmented Reality
Nokia C1, Hp Di Bawah 1 Juta Yang Oke
Bos Facebook Pilih Smartphone Ini Ketimbang Iphone
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Kecanduan Pil Koplo, Seorang Anak Nekat Aniaya Kedua Orang Tuanya
Masih Banyak Warga Terjaring Razia Yustisi
Bupati Madiun Beranikan Diri Senam Bareng Pasien Positif Covid
Petugas Tertibkan Ribuan Alat Peraga Kampanye Liar
Razia Protokol Kesehatan,Tak Pakai Masker 120 Warga Dibawa ke Pengadilan Negeri
Marak Sumur Pompa Untuk Pertanian, Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas
Menteri Desa PDTT Lounching Wisata Desa Dalam Upaya Membangkitkan Perekonomian Warga
Polije Bantu Peternak Alat Tetas Telur Otomatis
Pantai Tlangoh, Curi Perhatian Wisatawan
Dua Dara Berhijab Sulap Telenan Kayu Menjadi Sovenir Telenan Lukis Nan Cantik
Warga Kediri Memilih Berkebun Dengan Menanam Bunga Saat Pandemi Covid 19
   

Komisi E DPRD Jatim Desak Koni Jatim Membuat Regulasi Rekrutmen Atlet
Olah Raga  Minggu, 08-12-2019 | 22:03 wib
Reporter : Ayul Anhdim
Surabaya pojokpitu.com, Pemulangan atlet senam SAS oleh Pelatnas Gresik harus dijadikan pembelajaran untuk masa depan olahraga indonesia, utamnya di Jawa Timur. Mengantisipasi kejadian serupa, Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, desak Koni Jawa Timur harus membuat regulasi terkait regulasi rekrutmen atlet.

Menyikapi kasus pemulanga atlet SAS yang gagal mengikuti Sea Games di Filiphina. Usai menggelar rapat hearing dengan komisi E, anggota komisi E DPRD Jatim, Budiono, menilai seharusnya pelatnas tidak boleh menjadikan soal virginitas atlet sebagai tolak ukur untuk dapat menjadi binaannya, melainkan tolak ukurnya harus berpatokan pada prestasi atlet.

Virginitas atlet sangat menyangkut privat seseorang sehingga harus dilindungi dan tidak diumbar kemana-mana, kedepannya DPRD mendorong Koni agar segera membuat regulasi untuk mengatur dan memberi payung hukum terkait rekrutmen atlet daerah oleh pelatnas. "Dengan begitu, pelatnas tidak asal mengambil atlet tanpa koordinasi dengan Koni," kata Budiono.

Dalam regulasi itu nantinya Koni juga tetap harus dilibatkan dalam pelatnas untuk turut mengawasi atlet. Dengan begitu, Koni bisa bertanggung jawab terhadap atlet yang dibina pelatnas jika nantinya ada masalah.

Sangat wajar, jika Koni mempunyai regulasi yang kuat dalam hal rekrutmen atlet, lantaran selaku pengguna anggaran ketika melatih atlet saat mengawali kariernya. (yos)





Berita Terkait

Komisi E DPRD Jatim Desak Koni Jatim Membuat Regulasi Rekrutmen Atlet
Berita Terpopuler
Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Pot Bunga yang Indah
Life Style  15 jam

Dua Dara Berhijab Sulap Telenan Kayu Menjadi Sovenir Telenan Lukis Nan Cantik
Life Style  13 jam

Warga Kediri Memilih Berkebun Dengan Menanam Bunga Saat Pandemi Covid 19
Life Style  14 jam

Marak Sumur Pompa Untuk Pertanian, Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber