Berita Terbaru :
Pembelajaran Tata Surya Melalui Augmented Reality
Nokia C1, Hp Di Bawah 1 Juta Yang Oke
Bos Facebook Pilih Smartphone Ini Ketimbang Iphone
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Kecanduan Pil Koplo, Seorang Anak Nekat Aniaya Kedua Orang Tuanya
Masih Banyak Warga Terjaring Razia Yustisi
Bupati Madiun Beranikan Diri Senam Bareng Pasien Positif Covid
Petugas Tertibkan Ribuan Alat Peraga Kampanye Liar
Razia Protokol Kesehatan,Tak Pakai Masker 120 Warga Dibawa ke Pengadilan Negeri
Marak Sumur Pompa Untuk Pertanian, Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas
Menteri Desa PDTT Lounching Wisata Desa Dalam Upaya Membangkitkan Perekonomian Warga
Polije Bantu Peternak Alat Tetas Telur Otomatis
Pantai Tlangoh, Curi Perhatian Wisatawan
Dua Dara Berhijab Sulap Telenan Kayu Menjadi Sovenir Telenan Lukis Nan Cantik
Warga Kediri Memilih Berkebun Dengan Menanam Bunga Saat Pandemi Covid 19
   

Bawang Merah Probolinggo Semakin Diminati Thailand
Ekonomi Dan Bisnis  Sabtu, 07-12-2019 | 22:15 wib
Reporter : Ayul Anhdim
Surabaya pojokpitu.com, Bawang merah asal Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, semakin diminati oleh negara Thailand. Dalam setahun bawang merah Probolinggo bisa tiga kali diekspor ke Thailand, dimana setiap ekspor mencapai 1200 ton. Ini membuktikan hasil tani jawa timur masih menjadi wilayah penyumbang ekspor bawang yang terus meningkat tiap tahunnya.

Sejak pertengahan tahun 2018, DPD Ormas Jaringan Kemandirian Nasional atau  Jaman, mengekspor bawang merah  asal Probolinggo ke Thailand.  Setiap ekspor, bawang merah yang dikirim 1200 ton  dilakukan tiga kali setahun.

Ketua Dewan Penasihat DPD Jaman  Jatim, Ahmad Hilmi, mengatakan, jumlah ekspor masih tergolong kurang karena bawang merah yang dibutuhkan oleh Thailand sebanyak 2000 ton.

Kualitas bawang merah Probolinggo tidak kalah baik dengan bawang dari brebes jawa tengah dan daerah lainnya. "Bawang Probolinggo cenderung bentuknya kecil, tidak banyak air,  dan pedasnya berbeda dengan dari brebes," kata Ahmad Hilmi.

Saat ini produk bawang Probolinggo sangat melimpah, maka sangat disayangkan jika pengembangan pasar bawang merah di Probolinggo tidak ditingkatkan, baik oleh Pemkab Probolinggo maupun Pemprov Jatim.

Pemerintah pusat harus menghentikan impor bawang dulu selama petani bisa memasarkan produknya sendiri. Pemerintah sebaiknya memberi varietas-varietas baru yang baik dan unggul.

Jaman optimis bisa mencukupi permintaan thailand asalkan pemerintah memberi perhatian ke petani bawang. (yos)

Berita Terkait

Musim Panen Harga Bawang Merah Anjlok Drastis, Terdampak Merebaknya Covid-19

Jelang Hari Raya Idul Adha Harga Bawang Merah Naik

Manfaatkan Musim, Petani Sukses Kembangkan Budidaya Bawang Merah

Petani Millenial Trenggalek Gagas Swasembada Bawang Merah
Berita Terpopuler
Sulap Limbah Popok Bayi Jadi Pot Bunga yang Indah
Life Style  15 jam

Dua Dara Berhijab Sulap Telenan Kayu Menjadi Sovenir Telenan Lukis Nan Cantik
Life Style  12 jam

Warga Kediri Memilih Berkebun Dengan Menanam Bunga Saat Pandemi Covid 19
Life Style  13 jam

Marak Sumur Pompa Untuk Pertanian, Krisis Air Bersih di Ngawi Meluas
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber