Berita Terbaru :
Santri Covid-19 Terus Dilakukan Pengobatan
Paslon Wajib Paham Tentang Aturan Kampanye
Kekeringan Meluas, 5 Kecamatan Alami Krisis Air Bersih
Anggarkan 3,8 Miliar Untuk Ganti Atap Gor Ki Mageti
Covid Bertambah, Pemkab Ponorogo Siapkan 3 Gedung Shelter Baru
Pemerintah Terus Berupaya Meningkatkan Usaha Mikro Terdampak Covid di Jatim
Kesulitan Air Bersih, Warga Manfaatkan Air Sawah
Cegah Covid-19, Melalui Penyemprotan Disinfektan Diberbagai Tempat Rawan
Ratusan Ribu Ton Gula Petani Numpuk di Gudang
Kepergok Curi Motor Diwilayah Pakisaji, Warga Lowokwaru Jadi Amukan Massa
Peringati Hari Tani, Lapas Bojonegoro Gelar Pelatihan Budidaya Tanaman Hidroponik
Ribuan Warga di 18 Desa Menunda Menerima Bansos Pertanian
Dampak Pandemi Covid-19, Perusahaan Rokok Kurangi Jumlah Produksi
Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
   

Petani Garam Panen Dadakan Akibat Hujan Pertama Turun Tidak Disangka-Sangka
Ekonomi Dan Bisnis  Sabtu, 07-12-2019 | 13:25 wib
Reporter : Syaiful Anwar, Wildan Lipu Prasasti
Sumenep pojokpitu.com, Ratusan petani garam Desa Karanganyar, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terpaksa memanen hasil garamnya dadakan lantaran hujan pertama turun dengan deras di desa setempat. Akibat dari hujan deras tersebut, para petani merugi hasil yang didapatinya mengurang dan kualiatas garamnya tidak bagus.

Usai kemarau panjang melanda sebagian daerah, sejak beberapa bulan trakhir ini dengan dampak kekeringan drastis dan saat ini sudah akan memasuki musim penghujan, beberapa wilayah di Kabupaten Sumenep sudah mulai turun hujan, Namun baru. Sabtu (7/12) pagi hujan pertama dengan deras jatuh diwilayah kawasan tambak garam petani Desa Karanganyar, Kabupaten Sumenep.

Dari hujan pertama yang turun pada pagi ini, membuat ratusan petani terpaksa harus memanen hasil garamnya dadakan, ini di khawatirkan garam yang sudah jadi jika tidak dengan cepat dipanen akan segera mencair kembali.

Resiko yang diakibatkan garam yang diperoleh, beratnya kurang dari separhu dibanding dipanen pada musim kemarau, yang biasa 3 ton menghasilkan 60 karung kini hanya 20 karung saja.

Salah seorang petani, Jeki, menyampaikan, hujan dadakan ini tidak hanya membuat hasil yang diperoleh sedikit. "Kualitas garam tidak terlalu baik atau garam menghitam tidak putih saat panen dimusim kemarau," kata Jeki.

Sementara dari bergantinya musim ini, para petani berharap garam yang di dapatinya selama panen trakhir ini, dapat dihargai dengan layak oleh pihak-pihak yang nantinya akan membelinya, karena beberapa bulan menghadapi musim penghujan mata pencaharian mereka akan berhenti sejenak dan mencari pekerjaan lain.

Berita Terkait

Petani Garam Panen Dadakan Akibat Hujan Pertama Turun Tidak Disangka-Sangka

Petani Garam Mendapat Berkah Memasuki Musim Kemarau
Berita Terpopuler
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
Peristiwa  11 jam

Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
Peristiwa  10 jam

Ribuan Warga di 18 Desa Menunda Menerima Bansos Pertanian
Peristiwa  8 jam

Kepergok Curi Motor Diwilayah Pakisaji, Warga Lowokwaru Jadi Amukan Massa
Malang Raya  6 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber