Berita Terbaru :
Kembali Tenaga Kesehatan Meninggal Terpapar Covid 19, Pelepasan Jenasah Diwarnai Isak Tangis
Santri Covid-19 Terus Dilakukan Pengobatan
Paslon Wajib Paham Tentang Aturan Kampanye
Kekeringan Meluas, 5 Kecamatan Alami Krisis Air Bersih
Anggarkan 3,8 Miliar Untuk Ganti Atap Gor Ki Mageti
Covid Bertambah, Pemkab Ponorogo Siapkan 3 Gedung Shelter Baru
Pemerintah Terus Berupaya Meningkatkan Usaha Mikro Terdampak Covid di Jatim
Kesulitan Air Bersih, Warga Manfaatkan Air Sawah
Cegah Covid-19, Melalui Penyemprotan Disinfektan Diberbagai Tempat Rawan
Ratusan Ribu Ton Gula Petani Numpuk di Gudang
Kepergok Curi Motor Diwilayah Pakisaji, Warga Lowokwaru Jadi Amukan Massa
Peringati Hari Tani, Lapas Bojonegoro Gelar Pelatihan Budidaya Tanaman Hidroponik
Ribuan Warga di 18 Desa Menunda Menerima Bansos Pertanian
Dampak Pandemi Covid-19, Perusahaan Rokok Kurangi Jumlah Produksi
Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
   

Kuasa Hukum Beberkan Dua Fakta Baru Mencengangkan Atlet Senam Kediri
Olah Raga  Sabtu, 07-12-2019 | 12:43 wib
Reporter : Muhammad Zainurofi
Berita Video : Kuasa Hukum Beberkan Dua Fakta Baru Mencengangkan Atlet Senam Kediri
Kediri pojokpitu.com, Tim kuasa hukum membeberkan dua fakta baru paska pencoretan atlet senam asal Kediri. Pertama, mengenai honor atlet yang belum diterima karena masih dibawa pelatih. Kemudian terkait alasan pencoretan atlet yang tidak sama antara PB Persani dengan pihak Sea Games.

Kasus pencoretan atlet senam asal Kota Kediri, SAS, terus bergulir. Kali ini, tim kuasa hukum atlet  membeberkan dua fakta baru yang dinilai tidak masuk akal.

Fakta pertama pihak kuasa hukum menunjukkan surat pergantian atlet yang dikirim ke penyelenggara Sea Games. Surat tersebut berisi tentang ketidakikutsertaan SAS karena sakit dan masih butuh perawatan.

Mam Mohklas, kuasa hukum atlet, mengatakan, hal ini tentu berbeda dengan pernyataan PB Persani, yang menerangkan bahwa SAS tidak bisa mengikuti Sea Games karena prestasinya menurun. "Ironisnya, atlet yang mengoleksi 49 medali ini dipulangkan dengan isu tidak perawan," ucapnya.

Sementara itu, fakta kedua yang diungkapkan pihak kuasa hukum mengenai honor atlet yang diterima Shalfa jauh dari semestinya. Diketahui, SAS merupakan atlet Pelatihan Nasional (Pelatnas) dan atlet di Pusat Pelatihan Daerah (Puslatda) yang harusnya menerima Rp 4 juta dan Rp 6 juta tiap bulannya. "Namun faktanya ia hanya menerima Rp 200 ribu perbulannya. Sementara untuk kartu ATM dan buku tabungan, selama ini dibawa oleh pelatih," kata Mam Mohklas.
 
Rencananya, Kepala Pelatih Senam Indra Sibarani, akan berkunjung ke rumah SAS dalam waktu dekat.

Namun dari pengakuan kuasa hukum atlet, pihak keluarga belum bisa menerima kunjungan tersebut dikarenakan masih mengalami trauma psikis yang cukup berat. (yos/VD:YAN)

Berita Terkait

Pemprov Jatim Beri Bonus Atlet Sea Games Rp 6 Milyar

Minta Maaf, Pelatih Pastikan Atlet Senam Shalfa Ikut PON Papua

Kuasa Hukum Beberkan Dua Fakta Baru Mencengangkan Atlet Senam Kediri

Dituding Tak Perawan, Gubernur Jatim Sayangkan Sikap Pelatih
Berita Terpopuler
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
Peristiwa  11 jam

Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
Peristiwa  10 jam

Ribuan Warga di 18 Desa Menunda Menerima Bansos Pertanian
Peristiwa  8 jam

Kepergok Curi Motor Diwilayah Pakisaji, Warga Lowokwaru Jadi Amukan Massa
Malang Raya  7 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber