Berita Terbaru :
Pengunaan Tidak Sesuai Target Menyebabkan Pupuk Langka
5 Hari Ops Yustisi, Petugas Catat Puluhan Pelanggar Protokol Kesehatan
Dua Bapaslon Mulai Gerilya Cari Aspirasi Warga
Menpora Usulkan Stadion GBT Menjadi Kandidat Pembukaan Piala Dunia U-20
Laka Truk Vs Truk Marinir, Sopir Truk Alami Cidera
Diduga Puluhan Santrinya Positif Covid 19, Pengurus Tutup Sementara Pondok Al-Mubtadiin
Terjaring Operasi Masker, Para Pelanggar Diberikan Pilihan Hukumannya Setelah Diceramahi Camat
Meski Panen Raya, Petani Garam Masih Merugi Karena Hujan yang Masih Turun
Kepala Pusjarah Polri Kunjungi Monument Brimob Bukti Menghalau Belanda Tahun 1949
Hari PMI, Sugiri Bagi Bagi Masker dan Susu Telor
Ipong Muchlissoni Temu Komunitas Pemuda Milenial
Limbah Masker Medis Berserakan di Samping Rumah Sakit Covid
Warga Digegerkan Penemuan Bayi Laki-Laki di Sawah Belakang Puskesmas
78 Bangunan Semi Permanen Tanpa Izin Dirubuhkan
Siswi Berhenti Sekolah Karena Tidak Punya HP
   

Tiga Kandang Ayam Rusak Berat dan Roboh Diterjang Angin Kencang
Pantura  Sabtu, 07-12-2019 | 11:02 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Kandang ayam yang ambruk diterjang angin ini adalah milik haji Rustam, peternak ayam di Desa Drajat, Kecamatan Boerno, Kabupaten Bojonegoro. Foto: Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Angin kencang disertai hujan deras kembali melanda wilayah Kabupaten Bojonegoro. Kali ini, angin kencang mengakibatkan tiga kandang ayam di Desa Drajat, Kecamatan Boerno, rusak berat. Dua kandang diantaranya ambruk hingga menimpa ribuan ekor ayam yang ada di dalamnya.

Angin kencang yang datang disertai hujan deras selama dua hari berturut-turut, pada sore hari, mengakibat tiga kandang  ayam masingmasing berkapasitas 3 ribu ekor ayam, rusak berat. Bahkan dua kandang diantaranya ambruk dan menimpa ribuan ekor ayam berikut sarana perlengkapan ternak yang di dalamnya ambruk.

Pemilik kandang, haji Rustam mengaku, musibah angin kencang yang memporak-porandakan kandang miliknya ini, hanya berlangsung singkat selama dua hari berturut-turut. 

Robohnya kandang ayam ini membuatnya harus menderita kerugian mencapai ratusan juta rupiah. "Rinciannya 1 unit kandang beridiameter 45 kali 9 meter, masih terdapat ribuan ekor ayam yang masih kecil atau baru berumur 15 hari," ujarnya.

Selain itu, angin juga merusak hampir seluruh perlengkapan ternak yang ada di dalamnya.  Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, para pekerja yang sebelumnya beraktifitas didalam kandang, berhasil selamat dan sudah berada di luar saat peristiwa angin kencang merobohkan bangunan kandang.

Meski tak ada korban jiwa, namun banyaknya ayam yang menjadi lemah atau bahkan mati karena tertimpa pung-puing bangunan. "Kerugian ditaksir mencapai kisaran Rp 125 juta perkandang dengan kapasitas 3 ribu ekor ayam," kata Rustam.

Saat ini untuk mencegah kerugian yang lebih besar, pemilik kandang berencana memindahkan seluruh anak ayam yang tersisa, ke kandang lainnya yang masih aman dari amukan angin.

Selain merusak kandang ayam, Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, angin kencang yang terjadi kemarin juga merusak 2 rumah warga serta menumbangkan sejumlah pohon yang ada di sepanjang jalan Desa Drajat. (yos/VD:YAN)

Berita Terkait

Bangunan Rest Area Dholo Rudak Diterjang Angin Kencang

Angin Kencang Terjang Lokasi Wisata Telaga Sarangan

Angin Kencang, Sejumlah Pohon Tumbang

Diterjang Hujan Angin Rumah Semi Permanen Roboh Rata Dengan Tanah
Berita Terpopuler
Pasutri di Ngawi Hidup Serba Keterbatasan
Peristiwa  10 jam

Diduga Rem Blong, Truk Tronton Sasak 4 Rumah di Jalur Wisata Bromo
Peristiwa  8 jam

Bencana Kekeringan Belum Bisa Diatasi, Terutama Daerah Kering Kritis
Metropolis  8 jam

Gudang Mesin Jahit Jalan Veteran Surabaya Ludes Dilalap Api
Metropolis  8 jam



Cuplikan Berita
Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Gudang Mebel dan Dua Rumah Hangus Terbakar
Pojok Pitu

Ratusan Driver Online Unjuk Rasa dan Sweping Rekan
Jatim Awan

KPU Surabaya Segera Publikasikan DPS Pada Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber