Berita Terbaru :
TNI Akan Akan Lakukan Latihan Tempur Sikatan Daya
Kabupaten Trenggalek Terapkan Lelang Ikan Online Berbasis Aplikasi, Pertama di Jawa Timur
Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkot Malang Kembali Tutup Jalan Ijen dan Veteran
Imam Masjid Girilaya : Machfud Arifin Pemimpin Yang Terbukti Peduli, Bukan Pemimpin Obral Janji
Waspada Bencana, BPBD Gandeng Badan Geologi Teliti Potensi Likuefaksi di Jatim
Warga Panen Ikan Saat Debit Air Waduk Dawuhan Mengering
Seorang Pemuda Ngaku Dapat Bisikan Gaib Untuk Begal Payudara Wanita
Polrestabes Surabaya Terima 100 Ribu Masker Kesehatan Untuk Masyarakat Miskin
Pemkot Tutup Karanggayam, 20 Club Persebaya Mengadu dan Dukung MA-Mujiaman
Pemkab Gresik Sangat Serius Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan
Euphoria Sepak Bola Usia Dini
Dewan Adat Majapahit Protes Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Sejumlah Karyawati Pabrik
Dua Pasang Calon Walikota Blitar Deklarasikan Kampanye Damai dan Sehat
Deklarasi Damai, Kampanye Pilkada Kota Surabaya Harus Sesuai Protokol Kesehatan
Bawaslu Ajak Kedua Paslon Disiplin Menerapkan Protokol Kesehatan Saat Kampanye
   

Ornamen Pure dan Perlengkapan Ngaben Ternyata Dibuat di Sini
Rehat  Sabtu, 07-12-2019 | 00:18 wib
Reporter : Rizqi Setiawan
Banjirnya pesanan, tak jarang membuat para ibu harus bekerja hingga malam hari.
Bondowoso pojokpitu.com, Puluhan ibu-ibu di Bondowoso mahir meronce ornamen pure dan ngaben dengan tingkat kesulitan tinggi.

Saat ngaben dan upacara hari besar umat Hindu membutuhkan ornamen manik untuk mempercantik jalannya ritual. Siapa sangka bahan tersebut didapat dari RT 30 RW rw 5 Desa Kejawan Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso.

Sejumlah ibu-ibu dengan mahir menggarap kerajinan meronce dengan tingkat kesulitan tinggi, mulai dari model V hingga model kombinasi warna.

Hasil kerajinan manik nantinya akan dikirim ke sejumlah kabupaten di Pulau Bali. Para umat Hindu Pulau Dewata menggunakan kerajinan ini untuk berbagai acara, yakni untuk ornamen di pure, Ritual Ngaben, serta acara hari besar seperti Hari Raya Nyepi dan Galungan.

Kegiatan membuat ornamen itu dirintis Hosrina (50) sejak 2 tahun lalu. Usaha ini mampu menampung 26 pekerja dengan sistem bergantian. Setiap pekerja mampu untuk menyelesaikan 20 meter manik jadi setiap harinya. "Pekerjaan ini dapat dilakukan para ibu di sela-sela aktifitas rumah tangga. Namun jika pesanan sangat banyak, tak jarang harus diselesaikan hingga malam hari," kata Hosrina.

Hosrina menjual hasil manik cantik ini dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 45 ribu permeter hingga Rp 48 ribu permeter. Tergantung bahan dan tingkat kesulitan yang meyesuaikan pesanan. Untuk bahan dasar, Hosrina juga mendatangkannya dari Pulau Bali.

Pesenan terus menerus, membuat rumah kerajinan menghasilkan omset jutaan rupiah setiap pengirimannya. (pul)

Berita Terkait

Ornamen Pure dan Perlengkapan Ngaben Ternyata Dibuat di Sini
Berita Terpopuler
Puluhan Santri Pesantren Terpapar Covid 19
Covid-19  10 jam

Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi
Peristiwa  7 jam

Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Peristiwa  16 jam

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Peristiwa  22 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber