Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Pemulihan Psikologi, Korban Persetubuhan Bapak Kandung Dititipkan di Rumah Aman
Jum'at, 06-12-2019 | 17:15 wib
Oleh : Mohammad Asrofi, Imron Danu
Blitar pojokpitu.com, Lantaran trauma pasca terbongkarnya kasus persetubuhan bapak terhadap anak kandungnya sendiri di Blitar. Korban saat ini didampingi oleh P2TP2 serta petugas UPPA Polres Blitar Kota, untuk pemulihan psikologi di rumah aman.

Korban persetubuhan oleh orang tua kandungnya sendiri, warga Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, harus menjalani pemulihan psikologi lantran trauma pasca terbongkarnya kasus asusila tersebut.

Hingga kini korban belum masuk sekolah seperti biasanya , sementara kasus ini mendapat pendampingan dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2) Kabupaten Blitar serta petugas UPPA Polres Blitar Kota.

AKP Heri Sugiono, Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, mengatakan untuk memulihkan psikologinya, saat ini korban di titipkan di rumah aman oleh petugas.

Sebelumnya Purwanto ditangkap oleh Polsek Ponggok lantaran menjadi pengedar pil koplo jenis double L.
Dari pengembangan polisi, ternyata pelaku juga telah melakukan persetubuhan terhadap anak kandungnya sendiri selama tiga tahun yang masih duduk di bangku SMP sejak tahun 2016 lalu. (yos)

Berita Terkait


Seorang Nenek Diperkosa Cucu Sendiri

Kenalan Lewat Medsos, Gadis ABG Digilir 3 Remaja Setelah Dicekoki Miras

Polres Tulungagung Bekuk Dua Tersangka Persetubuhan Anak di Bawah Umur

Kakek 67 Tahun Gauli Anak Tiri yang Masih SMP


Pelaku Pemerkosaan yang Mengaku Anggota Polisi Dituntut 13 Tahun Penjara

Warga Kapasari Korban Pemerkosaan Tuntut Keadilan

Vonis Mati, 3 Terdakwa Kasus Pembunuhan Berencana dan Pemerkosaan di Pantai Rongkang

NH, Korban Dugaan Pemerkosaan Masih Dirawat di RS Bhayangkara
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber