Berita Terbaru :
78 Kg Sabu-Sabu dan Puluhan Ribu Pil Ekstasi, Koplo dan Happy Five Dimusnahkan
Usai Apel Pagi PNS Dilingkungan Pemkab Gresik Rebutan Buah-Buahan
64.849 Peserta BPJS Kesehatan Akan Dinonaktifkan
Pemilik Tambang Tewas Tertimbun Longsoran
69 Kelurahan Di Surabaya Nol Kasus Covid 19
Perempuan MKGR Target 10 Ribu Untuk Kemenangan Mahfud Arifin
Belajar 12 Tahun Menjadi Prioritas Utama Paslon Er-Ji
Haul KH Abdul Hamid, Dilakukan Virtual dan Membatasi Jamaah Hadir
FK3 Resmi Cabut Dukung Kelana Beralih Dukung Paslon Nomor Urut 1
Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit, Digali Secara Liar Oleh Oknum dan Kini Dikubur Kembali
Dampak Positif Covid, Merebaknya UMKM
Waspada Banjir, Kerja Bhakti Bersihkan Sungai Dari Sampah
Pelanggar yang Terjaring Operasi Zebra Tidak Ditilang Tetapi Dihipnoterapi
Kantor PLN Ponorogo Tutup Akibat Covid 19
Jaksa Agung Muda Pengawas Sidak Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Sidoarjo
   

Dua Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Penculikan Bayi,Ternyata Tetangga Korban
Mataraman  Kamis, 05-12-2019 | 16:11 wib
Reporter : Simon Bagus,Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com, Polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus penculikan bayi di Desa Buluagung, Kecamatan Karangan. Kedua tersangka ternyata masih tetangga korban.

Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan, 2 tersangka penculik bayi adalah DN (16), warga Dusun Buret, Desa Buluagung dan Wulandari, warga Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek.

Keduanya diamankan di rumahnya, masing-masing DN merupakan tetangga korban, rumahnya berada di belakang rumah korban yang berjarak sekitar 50 meter. Sedangkan Wulan dulunya juga tetangga korban, namun sekarang tinggal di Desa Ngares bersama suaminya.

Polisi mengaku sebelum menetapkan dua tersangka, sempat mengamankan tiga orang. namun dari hasil pemeriksaan hanya mengarah pada DN dan Wulan. "Selain tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yaitu bayi MSA yang berusia kurang satu bulan, alat komunikasi, serta daging,"  kata AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.

Calvijn menjelaskan, dalam menjalankan aksinya kedua pelaku mempunyai peran yang berbeda-beda, DN merupakan eksekutor yang mengambil bayi, sedangkan Wulan merupakan inisiator yang menyuruh dn melakukan aksi penculikan.

"Aksi itu dilakukan pada pagi hari waktu sholat subuh, pelaku masuk ke rumah korban melalui pintu belakang yang kebetulan tidak dikunci karena ditinggal nenek korban ke musholla," imbuh Kapolres.

Selanjutnya korban bergegas menuju ke kamar dan menculik bayi msa yang tengah tertidur pulas bersama kedua orang tuanya. Lalu pelaku segera kabur melalui belakang rumah dan membawa bayi itu ke desa ngares dengan mengendarai sepeda motor.

"Saat itu Wulan sudah menunggu di dekat rumah tersangka DN dengan sepeda motor dan kemudian mereka berdua membawa bayi MSA ke Desa Ngares," tuturnya.

Untuk mengelabuhi suaminya terkait jati diri sang bayi, tersangka terlebih dahulu menyiapkan daging sapi dan usus ayam sehingga seolah-olah adalah plasenta dari bayi itu. "Saat diamankan petugas, bayi itu sedang berada dalam gendongan Wulan." kata AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.

Wulan mengaku nekat melakukan aksi kejahatannya lantaran takut diceraikan suami jika tidak segera memiliki anak. Wulan sebelumnya mengaku selama 2 tahun terakhir ia mengalami 5 kali keguguran. "Kondisi ini membuatnya kian tertekan karena takut diceraikan suami," ucap Kapolres.

Pada saat keguguran terakhir, Wulan sengaja menyembunyikan keguguran itu dan berpura-pura seolah ia hamil. Ia minder karena tidak mempunyai anak dan takut diceraikan oleh suaminya.

Dari proses pemeriksaan diketahui tersangka Wulan cukup rapat menyembunyikan kebohongannya kepada suami. Bahkan selama sembilan bulan terakhir ia berulang kali ke dokter untuk melakukan pemeriksaan. Ketika periksa di dokter tersangka mengeluh terkait masalah menstruasi. Namun ia menceritakan ke suami bahwa ia benar-benar cek kandungan.

Tidak sampai situ, Wulandari terus memikirkan langkah selanjutnya untuk memuluskan aksi hamil yang direkayasa tersebut.puncaknya ia merencanakan aksi penculikan terhadap bayi MSA. (yos)

Berita Terkait

Dua Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Penculikan Bayi,Ternyata Tetangga Korban

Bayi Laki-Laki Berusia 25 Hari Hilang, Diduga Diculik

Bayi Laki Laki Dibuang Itu Mendapatkan Perawatan Intensif
Berita Terpopuler
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Malang Raya  13 jam

Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Malang Raya  11 jam

Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Peristiwa  6 jam

Seorang Laki-Laki Tanpa Identitas Tenggelam di Sungai Bengawan Solo
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber