Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Kesehatan 

Layanan Overload, PKFI Usulkan Adanya Redistribusi Pasien BPJS
Kamis, 05-12-2019 | 07:14 wib
Oleh : Ayul Anhdim
Surabaya pojokpitu.com, Banyaknya temuan pelayanan overload di puskesmas, yang berdampak tidak maksimalnya pelayanan kesehatan terhadap pasien, menjadi sorotan PKFI Jatim. Kondisi seperti ini bisa diminimalisir oleh pemerintah daerah setempat, dengan mempromosikan pelayanan kesehatan swasta, yang dapat bersinergi dengan pemerintah, agar tidak mengorbankan pasien dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Masih adanya pembedaan yang dilakukan oleh kepala daerah terhadap layanan kesehatan pada lembaga kesehatan swasta dan pemerintah, mendapat protes Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Indonesia (PKFI) Jatim. Hal ini  lantaran melihat jumlah  pasien BPJS di puskesmas yang terus membludak mencapai 20 ribu per bulan disinyalir memicu tidak maksimalnya pelayanan di masing - masing puskesmas. Ditambah lagi, keterbatasan tim medis dan juga alat medis yang tersedia.
 
Kondisi seperti ini, sebenarnya bisa diminimalisir jika pemerintah daerah juga memberikan sosialisasi pelayanan kesehatan di klinik swasta yang juga bisa menampung pasien BPJS.
 
Ketua PKFI Jatim, Dr Agung M.Kes, menegaskan kepala daerah sering melakukan dikotomi atau pembeda terkait layanan kesehatan melalui BPJS.

"Puskesmas seharusnya melakukan pelayanan  secara preventif dan promotif, namun justru saat ini mengarah ke kuratif. Di sisi lain, jumlah pasien di puskesmas sekarang ini overload. Untuk itu, seharusnya kepala daerah bersikap adil dengan melindungi pelayanan kesehatan swasta seperti klinik, mengingat pengobatan di klinik tak kalah dengan puskesmas, termasuk tim medis dan dokter. Apalagi jumlah klinik yang resmi terdaftar di Jatim ada sekitar 600 klinik yang seharusnya bisa menjadi layanan kesehatan yang bersinergi dengan layanan kesehatan milik pemerintah," papar Dr. Agung, M.Kes.
 
Di sisi lain, pemerintah tidak boleh membatasi peserta BPJS dalam menentukan fasilitas kesehatan, faskes walaupun mereka menggunakan BPJS yang dibayar pemerintah.  Untuk itu, perlu redistribusi dari puskemas ke klinik. Dengan begitu, sudah tidak ada lagi pasien overload di puskesmas. Ke depan idealnya pasien setiap puskesmas hanya melayani 12 ribu pasien per hari.(end)

Berita Terkait


Layanan Overload, PKFI Usulkan Adanya Redistribusi Pasien BPJS

RS Husada Utama Belum Dapat Edaran Penghentian Layanan BPJS Kesehatan

Pembatasan Pembiayaan Pasien Rehabilitasi Medik Perlambat Proses Penyembuhan


Mudik, Penerima Layanan BPJS Tetap Tercover

Pelayanan BPJS Kesehatan Kediri Belum Merata

Politisi: Masyarakat Desa Keluhkan Pelayanan BPJS

Pantau Pelayanan BPJS Kesehatan, SBY Kunjungi RSI Jemursari Surabaya
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber