Berita Terbaru :
Buron 3 Tahun,Terpidana Kasus Jiplak Merk Antena TV Ditangkap
Kembali Tenaga Kesehatan Meninggal Terpapar Covid 19, Pelepasan Jenasah Diwarnai Isak Tangis
Santri Covid-19 Terus Dilakukan Pengobatan
Paslon Wajib Paham Tentang Aturan Kampanye
Kekeringan Meluas, 5 Kecamatan Alami Krisis Air Bersih
Anggarkan 3,8 Miliar Untuk Ganti Atap Gor Ki Mageti
Covid Bertambah, Pemkab Ponorogo Siapkan 3 Gedung Shelter Baru
Pemerintah Terus Berupaya Meningkatkan Usaha Mikro Terdampak Covid di Jatim
Kesulitan Air Bersih, Warga Manfaatkan Air Sawah
Cegah Covid-19, Melalui Penyemprotan Disinfektan Diberbagai Tempat Rawan
Ratusan Ribu Ton Gula Petani Numpuk di Gudang
Kepergok Curi Motor Diwilayah Pakisaji, Warga Lowokwaru Jadi Amukan Massa
Peringati Hari Tani, Lapas Bojonegoro Gelar Pelatihan Budidaya Tanaman Hidroponik
Ribuan Warga di 18 Desa Menunda Menerima Bansos Pertanian
Dampak Pandemi Covid-19, Perusahaan Rokok Kurangi Jumlah Produksi
   

Sangat Langka, Fenomena Tanah Bergelombang Terjadi di Jombang
Rehat  Kamis, 05-12-2019 | 04:07 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Saat di injak tanah bergelombang seperti air. Warga yang terperosokpun terasa seperti di tarik ke dalam tanah gerak. Di lokasi yang mengalami kondisi unik, luas lahan hampir satu hektare lebih. Foto Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Warga desa di Jombang digegerkan dengan fenomena tanah bergerak di tengah lahan persawahan.

Tanah bergerak di Desa Banjardowo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang. Warga yang berusaha melewatinya langsung terperosok dan terasa di tarik tanah. Warga harus berjalan dengan cara merangkak untuk bisa menghindarinya.

Lokasi tanah bergerak ini jauh dari pemukiman warga. "Tanah yang di injak langsung bergelombang seperti di atas air. Sebuah bambu yang ditancapkanpun langsung masuk hingga ke dalaman dua meter lebih," kata Yamadi salah satu warga.

Dalam tanah tampak seperti ada lumpur atau air. Sehingga saat di injak  tanah langsung bergerak bergelombang.  Padahal lahan tersebut biasa digunakan untuk bercocok tanam.

Nalutomo warga lainnya mengatakan, saat  menanam dan memanen padi harus menggunakan dua bilah kayu bambu maupun pohon pisang. "Kondisi tanah seperti ini sudah kami ketahui sejak zaman dahulu," kata Nalutomo.

Fenomena tanah bergerak menyerupai gelombang air pernah memakan korban. Menurut cerita warga yang terperosok ke tanah ini tidak mengetahui kondisi tanah.  Warga yang terjatuh di lokasi tersebut ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait

Terdampak Tanah Gerak, Warga Pilih Kosongkan Rumah

Tanah Selalu Geser, Bangunan Kelas SMAN 1 Slahung Retak

Fenomena Tanah Bergoyang, Warga Minta Ada Pembangunan Irigasi

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang Cek Lokasi Tanah Bergoyang
Berita Terpopuler
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
Peristiwa  12 jam

Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
Peristiwa  11 jam

Ribuan Warga di 18 Desa Menunda Menerima Bansos Pertanian
Peristiwa  9 jam

Kepergok Curi Motor Diwilayah Pakisaji, Warga Lowokwaru Jadi Amukan Massa
Malang Raya  7 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber