Berita Terbaru :
Diterjang Aliran Sungai, Jembatan Rusak, Akses Antar Desa Terputus
Cuitan Dokter di Twitter Viral, Pihak RS Royal Beri Klarifikasi
KPU Ngawi Segera Lanjutkan Tahapan Pilkada
Hasil Grebek Rapid Tes, Ditemukan Satu Pedagang di Pasar Lamongan Positif Covid 19
Puluhan Tahanan Polres Jalani Rapid Test Massal Mendadak
Penyekatan Kendaraan di Jalur Perbatasan Jatim - Jateng
Dievaluasi, Kualitas Beras BPNT di Tuban Dikabarkan Tak Layak Konsumsi
Gelombang Pasang Malah Jadi Tempat Wisata
Izin Tak Lengkap, Satpol PP Segel Usaha Budidaya Ayam Potong
Kemenag Masih Kordinasi Pembukaan Tempat Ibadah
Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Tak Pakai Masker, Puluhan HP dan KTP Warga Disita Petugas
KAI Jatim : Dokter "Whistleblower" Covid-19 Surabaya Harus Didukung
Ini Syarat New Normal, Sebaran Covid Harus Turun 50 Persen
Risma Menangis, Melihat Bantuan Alkes BIN Tiba di Balaikota
   

Jual Beli Benih Lobster, Pengepul dan Kurir Diringkus
Metropolis  Senin, 02-12-2019 | 17:29 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur kembali membekuk jaringan internasional perdagangan benih lobster. Dalam penangkapan itu, dua kurir dan seorang pengepul benih lobster jenis pasir dan mutiara yang langka ini, berhasil ditangkap. Dari pengungkapan kasus illegal fishing ini, polisi menyita 10 ribu benih lobster senilai Rp 1,5 miliar.

Tiga tersangka perdagangan illegal benih lobster ini yaitu DPK alias WWN, warga Trenggalek, AHP warga Pacitan, serta NW warga Wonoasri Pacitan, kini meringkuk di sel tahanan Ditreskrimsus Polda Jatim.
 
Ketiganya berperan dua kurir dan satu pengepul benih lobster jenis pasir dan mutiara, yang langka. Jaringan perdagangan benih lobster ini terungkap berdasarkan penyelidikan kepolisian tentang adanya pengiriman benih lobster dari Tulungagung menuju Bogor.
 
Polisi yang mengetahui identitas mobil yang digunakan untuk pengiriman, langsung melakukan pengejaran dan menyergapnya di Tol Madiun-Ngawi. Dalam penyergapan itu, polisi menangkap dua tersangka yakni AHP dan NW, yang berperan sebagai kurir.
 
"Dari hasil pengembangan, polisi menangkap tersangka DPK alias WWN yang merupakan pengepul benih lobster di Desa Prigi, Kecamatan Watu Limo Kabupaten Trenggalek. Di rumah ini, polisi menyita barang bukti berupa penampungan bayi lobster dari kolam karet beserta peralatan oksigen," papar Kombes Pol Gideon Arif Setiyawan, Dir Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.

Tak hanya itu, polisi juga menyita barang bukti 10.278 ekor benih lobster jenis pasir dan mutiara. Menurut keterangan polisi, benih lobster ini dipasarkan oleh tersangka ke negara Singapura dan Vietnam. Harga dari benih lobster ini cukup mahal dengan harga Rp 200 ribu per ekor.
 
"Total benih lobster yang berhasil disita dari tersangka, diperkirakan senilai Rp 1,5 miliar. Polisi juga menyatakan bahwa tersangka DPK alias WWN merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama," tuturnya lagi.

Saat ini, puluhan ribu benih lobster yang disita telah dilepas liarkan ke lautan. Akibat perbuatanny, ketiga tersangka dijerat undang-undang ri nomor 45 tahun 2009, tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan, dan diancam hukuman 10 tahun penjara.(end)
 


Berita Terkait

Jual Beli Benih Lobster, Pengepul dan Kurir Diringkus
Berita Terpopuler
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Peristiwa  6 jam

Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Metropolis  3 jam

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  9 jam

Gelombang Pasang Malah Jadi Tempat Wisata
Mlaku - Mlaku  2 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber