Berita Terbaru :
Santri Covid-19 Terus Dilakukan Pengobatan
Paslon Wajib Paham Tentang Aturan Kampanye
Kekeringan Meluas, 5 Kecamatan Alami Krisis Air Bersih
Anggarkan 3,8 Miliar Untuk Ganti Atap Gor Ki Mageti
Covid Bertambah, Pemkab Ponorogo Siapkan 3 Gedung Shelter Baru
Pemerintah Terus Berupaya Meningkatkan Usaha Mikro Terdampak Covid di Jatim
Kesulitan Air Bersih, Warga Manfaatkan Air Sawah
Cegah Covid-19, Melalui Penyemprotan Disinfektan Diberbagai Tempat Rawan
Ratusan Ribu Ton Gula Petani Numpuk di Gudang
Kepergok Curi Motor Diwilayah Pakisaji, Warga Lowokwaru Jadi Amukan Massa
Peringati Hari Tani, Lapas Bojonegoro Gelar Pelatihan Budidaya Tanaman Hidroponik
Ribuan Warga di 18 Desa Menunda Menerima Bansos Pertanian
Dampak Pandemi Covid-19, Perusahaan Rokok Kurangi Jumlah Produksi
Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
   

Warga Tulungagung Ditangkap Setelah Empat Tahun Cabuli Anak Tiri
Mataraman  Senin, 02-12-2019 | 15:26 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Seorang pria ditangkap polisi usai mencabuli anak tiri di Tulungagung, kelakuan bejat tersangka ini telah berlangsung selama empat tahun, sejak korban masih duduk di bangku kelas 5 SD. Tersangka mengancam akan menceraikan ibu korban, agar korban mau menuruti nafsu bejatnya.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung, menangkap TW. Pria 33 tahun ini ditangkap atas dugaan pencabulan dan persetubuhan dengan anak bawah umur, yang tidak lain adalah anak tirinya sendiri.

Dalam pemeriksaan tersangka mengaku, telah mencabuli korban selama empat tahun terakhir, sejak korban masih duduk di kelas lima SD. Tersangka bisa dengan leluasa melakukan aksi cabulnya, karena dalam kurun waktu tersebut, tersangka dan korban hanya tinggal berdua. Sejak korban kelas lima SD, ibu korban mengalami gangguan jiwa dan oleh tersangka diantarkan untuk tinggal bersama orang tuanya di luar kota.

Paur Humas Polres Tulungagung, Ipda Anwari, mengatakan, selain melakukan aksi cabul, tersangka juga telah melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak tiga kali. Yang pertama pada tahun 2016 saat korban kelas 6 SD dan yang terakhir pada 27 November 2019 lalu.

"Korban disetubuhi tersangka saat hendak berangkat sekolah, korban mengaku menuruti nafsu bejat tersangka, karena takut dengan ancaman bapak tirinya tersebut yang mengancam akan meninggalkan ibunya jika dia menolak disetubuhi," kata Ipda Anwari.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat dengan undang-undang perlindungan anak, dan terancam hukuman minimal 5 tahun penjara, dan maksimal 15 tahun penjara. Karena tersangka masih wali korban, maka hukuman bisa ditambah sepertiga dari ancaman hukuman tersebut.

Berita Terkait

Pendeta Cabuli Anak Bawah Umur Divonis 10 Tahun Penjara

Diiming-Imingi Uang, Kakek Tega Cabuli Bocah SD

Mengancam Akan Kirim Santet, Kakek Paranormal Cabuli Anak Di Bawah Umur

Bapak Cabuli Anak Kandung Ditangkap Polisi
Berita Terpopuler
Karbak TNI, Santri Mendapatkan Pelajaran Kedisiplinan dan Budidaya Udang Vaname
Peristiwa  11 jam

Selain di Ngawi, Warga Madiun Juga Jadi Korban Sasaran Peredaran Upal
Peristiwa  10 jam

Ribuan Warga di 18 Desa Menunda Menerima Bansos Pertanian
Peristiwa  8 jam

Kepergok Curi Motor Diwilayah Pakisaji, Warga Lowokwaru Jadi Amukan Massa
Malang Raya  7 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber