Berita Terbaru :
Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
33 Tahun Arema, Aremania Rindu Dualisme Berakhir
Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Warga Trauma Diserang Kembali, TNI Polri Dibantu Brimob Siaga
Bandar Narkoba Lapas Porong Ditembak Mati
Pelajar SMK Negeri Puspo Ciptakan Pakan Konsentrat Untuk Sapi Perah dan Kambing Dari Limbah Pertanian
Lapas Over Kapasitas, Pemerintah Bakal Terapkan Rehabilitasi Bagi Pengguna Narkoba
Keturunan Gipo Kecewa Pemkot Abaikan Langgar Bersejarah
Komisi D Minta Dispendik Kota Surabaya Mengkaji Ulang Sekolah Tatap Muka
Razia Masker, Puluhan Remaja di Blitar Dihukum Hafalkan Pancasila
PDI Perjuangan Lawan Incumbent Ipong Muchlissoni
Dampak Banyak yang Menjual Daripada Membeli Perhiasan, Toko Perhiasan Pasar Kepanjen Tutup
Tahun 2020, Pemkab Bojonegoro Bangung 20 Embung Baru
Historis SBY, Demokrat Prioritaskan Kemenangan di Pacitan
   

Puluhan Mahasiswa Bagikan Bunga Pada Pengguna Jalan di Peringatan Hari Hiv Aids
Metropolis  Minggu, 01-12-2019 | 11:57 wib
Reporter : Mirza Azkia Muhammad Yoski Adiba
Surabaya pojokpitu.com, Tanggal 1 Desember yang juga sebagai hari Hiv Aids sedunia, diperingati oleh puluhan mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, dengan membagikan ratusan bunga kepada pengguna jalan disekitaran lampu merah Taman Flora, Surabaya.

Ketua panitia acara, Fahmi Irfan Makruf, menjelaskan, tujuan kegiatan ini selain memperingati hari Hiv Aids Sedunia, juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai Hiv Aids, serta bagaimana cara mengatasi dan mencegahnya. "Kita memberikan wawasan agar masyarakat tidak mendiskriminasi orang-orang yang terkena Hiv Aids," ujarnya.

Lebih lanjut, Fahmi menerangkan, saat ini masih banyak masyarakat yang masih ketakutan ketika berhubungan dengan pengidap penyakit Hiv Aids. "Masyarakat menganggap bahwa saat kita berkomunikasi dengan pegidap, maka kita bisa saja tertular, padahal itu tidak benar," imbuhya.

Selain membagikan bunga, para mahasiswa juga melakukan kegiatan sharing mengenai Hiv Aids kepada pengunjung yang hadir di Taman Flora, Surabaya.

YDH, salah satu pengidap HIv Aids yang hadir dalam kesempatan tersebut, menerangkan bahwa pengidap Hiv Aids itu bukan hanya menderita penyakit saja, namun juga derita anggapan negatif masyarakat. "Banyak bilang bahwa penyakit ini merupakan penyakit kutukan, penyakit kelamin atau anggapan negatif lainya," ujar penedrita Hiv sejak tahun 2006 tersebut.

Baginya, stigma ini harus segera dirubah karena siapun  bisa saja terkena penyakit Hiv Aids, "Pernah tidak dibayangkan bahwa seorang ibu rumah tangga biasa yang baik-baik terkena, bahkan lulusan pondok pesantren bisa terkena virus Hiv Aids, bagaimana perasaan mereka," terangnya.

Pria, yang pernah divonis tidak panjang umur karena sudah stadium 4 ini, menambahkan, dukungan orang-orang terdekatlah yang mampu membuatnya bertahan hingga sekarang.  "Saya dikuatkan oleh almarhum bapak saya, beliau bilang kamu boleh mati, kamu boleh pergi, tapi hargai orang-orang yang sayang sama kamu, sudah berusaha sekuat tenaga untuk kamu," tutur bapak 2 anak ini. (yos)

 
 




Berita Terkait

Penderita HIV-Aids Kabupaten Bojonegoro Capai 1.160 Orang

KPAD Madiun Catat 113 Penderita HIV/Aids Tambahan

Puluhan Mahasiswa Bagikan Bunga Pada Pengguna Jalan di Peringatan Hari Hiv Aids

Puluhan Komunitas Gelar Aksi Damai Peringati Hari Hiv Aids se Dunia
Berita Terpopuler
Historis SBY, Demokrat Prioritaskan Kemenangan di Pacitan
Pilkada  11 jam

PDI Perjuangan Lawan Incumbent Ipong Muchlissoni
Pilkada  8 jam

Lapas Over Kapasitas, Pemerintah Bakal Terapkan Rehabilitasi Bagi Pengguna Narko...selanjutnya
Hukum  3 jam

Dampak Banyak yang Menjual Daripada Membeli Perhiasan, Toko Perhiasan Pasar Kepa...selanjutnya
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber