Berita Terbaru :
Cairan Desinfektan Untuk Penyemprotan di Bilik Sterilisasi Dipastikan Aman
Dampak Corona, Orderan Grab Car Sepi
Kampung Siaga Corona, Warga Tanam Tanaman Obat Keluarga
Bumerang Buatan Atlet Lokal Dikenal Mancanegara
Longsor Jalur Pacitan Ponorogo, Material Tutup Seluruh Badan Jalan
Akses Jalan Jompo Secara Resmi Mulai Dibuka Kembali
Diduga Pasien Posotif Covid-19 Berkeliaran, Pasar Tradisional Lockdown
Jumlah PDP dan ODP Naik dan Positif Tetap 10 Orang
Sidak Diatas Kapal, Polisi Temukan Ratusan Penumpang Tidur Berdekatan
Pemerintah Beri Diskon Listrik 450 VA Dan 900 VA
Pengendara Motor Tercebur Ke Sungai, Evakuasi Sangat Dramatis
Takut Corona Mewabah, Warga Slambur Karantina Wilayah
Jokowi Putuskan Pembatasan Skala Besar dan Darurat Kesehatan
Per Hari Ini Jumlah Pasien Positif Corona 1.528, Tersebar di 32 Provinsi
Alat Rapid Test Baru Didistribusikan di Puskesmas Hari Ini
   

Tangkal, Gerakan Radikalisme dan Terorisme DPRI Ajak Masyarakat Perkuat Komitmen Nasionalisme
Tapal Kuda Dan Madura  Minggu, 01-12-2019 | 07:04 wib
Reporter : Abdul Majid
Anggota MPR RI dari Partai Nasdem , Aminurohman, melakukan sosialisasi konsensus kebangsaan kepada kaum pemuda di Kota Pasuruan.
Pasuruan pojokpitu.com, Untuk memperkuat komitmen nasionalisme bagi seluruh rakyat indonesia terutama kaum pemuda agar lebih mencintai negara dan bangsanya, anggota MPRI dari Partai Nasdem , Aminurohman, menggelar sosialisasi konsensus kebangsaan kepada kaum pemuda di Pasuruan.

Konsensus ini digelar, karena saat ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan dengan lima masalah serius yang harus segera diselesaikan, diantaranya gerakan radikalisme dan terorisme yang mengusung ideologi khilafah.

Konsensus kebangsaan yang diikuti oleh seratus lima puluh lebih pemuda yang berasal dari mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan di Kota Pasuruan ini, bertujuan untuk memperkuat komitmen nasionalisme bagi seluruh rakyat Indonesia. Terutama kaum pemuda agar lebih mencintai negara dan bangsanya. Pasalnya, saat ini bangsa indonesia sedang dihadapkan dengan lima masalah serius yang harus segera diselesaikan.

"Lima masalah tersebut adalah adanya tuntutan untuk memisahkan diri dari NKRI di Papua, adanya gerakan radikalisme dan terorisme, munculnya gerakan makar untuk mendistorsi keabsahan sebuah proses demokrasi, munculnya propaganda massif tentang pancasila bersyariah, serta munculnya tindakan-tindakan intoleran dan saling curiga sesama anak bangsa, yang dilakukan oleh kelompok tertentu," kata Aminurrohman.

Selain itu, konsensus kebangsaan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi pihak pemerintah serta DPR dan MPR RI, agar para pemuda tidak mudah terpengarush oleh isu-isu yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa, termasuk isu terorisme. (yos)

Berita Terkait

Tangkal, Gerakan Radikalisme dan Terorisme DPRI Ajak Masyarakat Perkuat Komitmen Nasionalisme

Tak Disangka, Dede Yusuf Ternyata Terduga Teroris

Salah Satu Pelaku Teror Dikenal Tertutup

Dunia Maya Harus Jadi Ruang Sehat dan Damai
Berita Terpopuler
Tidak Punya Ongkos, Satu Keluarga Asal Madura Dari Daerah Endemis Dapat Tiket Gr...selanjutnya
Peristiwa  7 jam

Dalam 2 Hari Sebanyak 125 ODR Dalam 1 Desa
Peristiwa  9 jam

Christina Sembuh Dari Corona, Resepnya Tidak Panik dan Terus Ikut Tahapan Pengo...selanjutnya
Sosok  11 jam

Gelar Tayub dan Reog Hajatan Sunatan Dibubarkan Muspika
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber