Berita Terbaru :
Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkot Malang Kembali Tutup Jalan Ijen dan Veteran
Imam Masjid Girilaya : Machfud Arifin Pemimpin Yang Terbukti Peduli, Bukan Pemimpin Obral Janji
Waspada Bencana, BPBD Gandeng Badan Geologi Teliti Potensi Likuefaksi di Jatim
Warga Panen Ikan Saat Debit Air Waduk Dawuhan Mengering
Seorang Pemuda Ngaku Dapat Bisikan Gaib Untuk Begal Payudara Wanita
Polrestabes Surabaya Terima 100 Ribu Masker Kesehatan Untuk Masyarakat Miskin
Pemkot Tutup Karanggayam, 20 Club Persebaya Mengadu dan Dukung MA-Mujiaman
Pemkab Gresik Sangat Serius Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan
Euphoria Sepak Bola Usia Dini
Dewan Adat Majapahit Protes Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Sejumlah Karyawati Pabrik
Dua Pasang Calon Walikota Blitar Deklarasikan Kampanye Damai dan Sehat
Deklarasi Damai, Kampanye Pilkada Kota Surabaya Harus Sesuai Protokol Kesehatan
Bawaslu Ajak Kedua Paslon Disiplin Menerapkan Protokol Kesehatan Saat Kampanye
Forkopimda Gelar FGD dan Deklarasi Pilkada Damai Serta Sehat
Satreskrim Polresta Banyuwangi Bekuk Dua Pelaku dan Empat Penadah Motor
   

Tambang Ditutup, Puluhan Warga Kehilangan Pekerjaan
Mataraman  Sabtu, 30-11-2019 | 14:39 wib
Reporter : Agung Prawoto
Pacitan pojokpitu.com, Polemik tuntutan ganti rugi PT. Gemilang Limpah Internusa, hingga kini belum berakhir. Di sisi lain, penutupan tambang milik investor asing tersebut, membuat puluhan pekerjaan kehilangan mata pencaharianya.

Penutupan tambang PT. Gemilang Limpah Internusa di Desa Kluwih Kecamatan Tulakan, membuat puluhan pekerja di perusahaan tersebut kehilangan pekerjaan. Salah satunya dialami oleh Kateni (52) warga Dusun Pinggir desa setempat.

Sudah sekitar 3 bulan terakhir, ia menganggur lantaran perushaan tempatnya bekerja ditutup, akibat polemik ganti rugi lahan,yang hingga kini belum selesai.

Sebelumnya, Kateni bekerja di PT milik investor asing tersebut,sebagai penggali terowongan tambang. Dengan upah minimal Rp 2 juta, dalam 2 minggu ia mengaku bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

Namun, Kateni kini berencana untuk menjalankan profesi lamanya yakni merantau, jika tambang PT. GLI tak kunjung beroperasional kembali.
Selain kateni, ada sekitar 70 pekerja lain, di PT. GLI yang kehilangan pekerjaan. "Saya berharap, polemik yang melibatkan sejumlah warga Desa Cokrokembang dan PT. GLI,bisa segera berakhir," kata Kateni.

Sementara itu tarik ulur tuntutan ganti rugi, antara warga dan PT GLI hingga kini belum berujung. Meski sempat bertemu dan bernegosiasi, kedua belah pihak belum menuai kesepakatan. (yos)

Berita Terkait

Tambang Ditutup, Puluhan Warga Kehilangan Pekerjaan
Berita Terpopuler
Puluhan Santri Pesantren Terpapar Covid 19
Covid-19  8 jam

Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi
Peristiwa  6 jam

Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Peristiwa  14 jam

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Peristiwa  20 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber