Berita Terbaru :
Diterjang Aliran Sungai, Jembatan Rusak, Akses Antar Desa Terputus
Cuitan Dokter di Twitter Viral, Pihak RS Royal Beri Klarifikasi
KPU Ngawi Segera Lanjutkan Tahapan Pilkada
Hasil Grebek Rapid Tes, Ditemukan Satu Pedagang di Pasar Lamongan Positif Covid 19
Puluhan Tahanan Polres Jalani Rapid Test Massal Mendadak
Penyekatan Kendaraan di Jalur Perbatasan Jatim - Jateng
Dievaluasi, Kualitas Beras BPNT di Tuban Dikabarkan Tak Layak Konsumsi
Gelombang Pasang Malah Jadi Tempat Wisata
Izin Tak Lengkap, Satpol PP Segel Usaha Budidaya Ayam Potong
Kemenag Masih Kordinasi Pembukaan Tempat Ibadah
Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Tak Pakai Masker, Puluhan HP dan KTP Warga Disita Petugas
KAI Jatim : Dokter "Whistleblower" Covid-19 Surabaya Harus Didukung
Ini Syarat New Normal, Sebaran Covid Harus Turun 50 Persen
Risma Menangis, Melihat Bantuan Alkes BIN Tiba di Balaikota
   

Muskerwil NU, Gubernur Singgung Tingginya Stunting
Politik  Sabtu, 30-11-2019 | 12:15 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa,
Probolinggo pojokpitu.com, Musyawarah Kerja Wilayah Nahdlatul Ulama ke 1 Jawa Timur resmi dibuka pada Jumat (29/11) malam. Musyawarah Kerja Wilayah Nahdlatul Ulama ke 1 Jawa Timur bertempat di pondok pesantren Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Hadir dalam acara tersebut, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Halim Iskandar, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta ulama se Jawa Timur.

Muskerwil NU Jawa Timur 1 membahas beberapa hal. baik tentang ideologi islam, penguatan ekonomi kerakyatan, pendidikan serta fokus tentang kesehatan, khususnya kesehatan bayi.

Ketua Pwnu Jawa Timur Kiyai Haji Marzuki Mustamar dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dalam pidatonya meninggung masih banyak stunting pada bayi dan balita. Penderita stunting justru dari warga kalangan nahdlatul ulama.

"Tingginya stunting atau gagal tumbuh pada anak terutama balita di Jawa Timur mencapai 32 persen, dari prosentase nasional hanya 32 persen," kata Khofifah Indar Parawansa.

Menurut gubernur, Kabupaten Probolinggo masuk lima besar atau peringkat ke 5 kasus tingginya stunting. Sedangkan peringat 1 dan 2 adalah Sampang dan Pamekasan.

Dalam Muskerwil NU Jatim yang digelar selama 2 hari tanggal 29 sampai 30 November, juga akan dibahas soal kebijakan sertifikasi nikah, yang diusulkan Menteri Agama. Apakah sertifikasi nikah ini lebih banyak dampak positif maupun negatifnya. (pul)

Berita Terkait

Muskerwil NU, Gubernur Singgung Tingginya Stunting
Berita Terpopuler
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Peristiwa  5 jam

Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Metropolis  3 jam

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  9 jam

Gelombang Pasang Malah Jadi Tempat Wisata
Mlaku - Mlaku  2 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber