Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Olah Raga 

Gubernur Khofifah Kecewa, Pelatih Harus Meminta Maaf ke Atlet dan Orang Tua
Sabtu, 30-11-2019 | 11:04 wib
Oleh : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Polemik soal virginitas atlet senam lantai asal Kota Kediri, membuat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa turun tangan. Bersama Koni, Khofifah akan memanggil pelatih dan pihak terkait yang dinilai mengetahui kejadian sebenarnya.

Rencana pemanggilan terhadap dua saksi dari cabang olahraga senam disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat menghadiri musyawarah kerja wilayah PWNU Jawa Timur di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat malam.

Pemanggilan dilakukan pada Sabtu hari ini, setelah berkoordinasi dengan ketua Koni Jawa Timur. Satu dari dua orang yang akan dipanggil merupakan pelatih dari Shalfa Avrila Siani, atlet Senam Sea Games 2019.

"Saya akan mendesak agar pelatih dan pihak terkait mendatangi rumah orang tua, Shafa untuk meminta maaf. Sebab tuduhan diskriminatif itu bisa menumpulkan semangat atlet untuk meraih prestasi," kata Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah sangat kecewa ulah pelatih tersebut, sebab tuduhan mengarah ke hal pribadi seseorang terutama kaum perempuan.

Diketahui, Shalfa Afrila Siani, atlet senam Sea Games 2019 asal Kota Kediri dipulangkan dari pelatihan karena dituduh tidak perawan. Namun setelah Shafa melakukan tes virginitas, diketahui bahwa atlet tersebut masih perawan. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait


Kuasa Hukum Beberkan Dua Fakta Baru Mencengangkan Atlet Senam Kediri

Dituding Tak Perawan, Gubernur Jatim Sayangkan Sikap Pelatih

Prestasi Merosot Karena Hanya Diminta Main 2 Alat yang Seharusnya 4 Alat

Kecewa Dituduh Tidak Perawan, Atlet Sea Games Pilih Pulang


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber