Berita Terbaru :
Bawaslu Gandeng Santri Jadi Mitra Pengawasan Pilkada
Ribuan Pohon Ditanam di Bumi Perkemahan Glagah Arum Senduro
Masa Pandemi Bisa Tingkatkan Imun Untuk Refreshing di Coban Bidadari
Sekretaris DPC PPP: Meski Sudah Bukan Ketua DPC, Status Ra Mamak Tetap Kader PPP
Usai Pilkada Nanti, 22 Desa di Ngawi Gelar Pilkades
Pemkot Siapkan Pembelajaran Tatap Muka
   

Merusak Lingkungan Tambang Galian C Ditutup Paksa Satpol PP
Tapal Kuda Dan Madura  Jum'at, 29-11-2019 | 15:36 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Banyaknya laporan warga tentang aktifitas galian C ilegal di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang merusak lingkungan aliran sungai, akhirnya ditutup paksa Satpol PP pemerintah setempat. Petugas mengancam akan pidakan jika memaksa melakukan aktifitas galian secara ilegal.

Maraknya aktifitas penambangan galian C tidak berijin, membuat geram petugas Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Petugas menilai penambangan tersebut merusak lingkungan dan aliran sungai, yang sangat dibutuhkan masyarakat setempat.
 
Akhirnya, petugas Satpol PP dibantu TNI, Polri, menutup tambang galian C manual, yang berlokasi di aliran sungai pancar glagah, Desa Glagah, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo.
 
Tambang pasir dan batu tersebut, banyak dikeluhkan warga yang resah dengan keberadaan tambang liar, dimana dinilai sudah merusak lingkungan sungai.
 
Jika dibiarkan terus menerus, tidak menutup kemungkinan saat turun hujan deras akan terjadi banjir, karena arus airnya akan mencari aliran yang lain dan tentunya mengancam keselamatan penduduk yang bermukim di bantaran sungai.
 
Dalam penutupan tambang sendiri, petugas langsung memasang 20 banner imbuan larangan aktifitas tambang galian C di sepanjang aliran sungai pancar glagas.
 
Menurut Dwi Joko Nuryadi, Kasatpol PP Kabupaten Probolinggo, adanya aktifitas tambang liar di sungai pancar glagas ini, sudah merusak benteng sungai dan dikhawatirkan apabila dibiarkan, akan berdampak terhadap ekosistem penduduk sekitar.

Penutupan sendiri dilakukan berdasarkan hasil rapat muspika, dan merujuk pasal 150 Jo 188 UU RI nomor 4 tahun 2009, tentang penambangan mineral dan batu bara.
 
Aliran sungai pancar glagas yang memiliki panjang sekitar 70 kilometer, terdapat sekitar 4 penambang besar yang telah mengantongi ijin, pemerintah mengimbau masyarakat sekitar, untuk ikut melakukan normalisasi lahan bekas tambang. (yos)

Berita Terkait

Marak Galian C Ilegal Beroperasi di Sampang

Merusak Lingkungan Tambang Galian C Ditutup Paksa Satpol PP

Pengusaha Watu Dakon Wajib Melakukan Pemulihan

Pengusaha Watu Dakon Resort Mengaku Lalai Soal Izin
Berita Terpopuler
Pemkot Siapkan Pembelajaran Tatap Muka
Malang Raya  5 jam

Usai Pilkada Nanti, 22 Desa di Ngawi Gelar Pilkades
Pilkada  4 jam

Masa Pandemi Bisa Tingkatkan Imun Untuk Refreshing di Coban Bidadari
Malang Raya  2 jam

Ribuan Pohon Ditanam di Bumi Perkemahan Glagah Arum Senduro
Peristiwa  1 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber