Berita Terbaru :
Penyemprotan Massal Terus Digalakkan Cegah Covid-19
Cairan Desinfektan Untuk Penyemprotan Dan Bilik Sterilisasi Dipastikan Aman
Dewan Kota Surabaya Soroti Kandungan Bahan Kimia Bilik Sterilisasi yang Dibuat Pemkot
Pemkot Surabaya Akan Terapkan Karantina Wilayah Cegah Covid 19
Kondisi Terkini Penyebaran Virus Covid 19 di Kabupaten Sidoarjo
Jokowi Larang Warga Mudik ke Kampung Halaman
Bupati Banyuwangi Umumkan 1 PDP Positif Virus Corona
Empat Positif Covid-19, Petugas Gabungan Semprot Disinfektan di Wilayah Kecamatan Terdampak
Pemburu Biawak Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai
Dituntut 7 Tahun, Sekda Gresik Divonis Bebas
Pasien Positif Covid 19, Jalani Isolasi Mandiri di Rumah
Pastikan Tidak Lockdown, Targetkan Zero Covid-19
Anggota DPRD Jatim Diana Amaliyah Nilai APD di Magetan Masih Minim
Dinkes: Warga Mojopurno yang Dijemput Tim Medis BerAPD Sakit Flu Biasa
Habiskan Rp3,8 Miliar Jembatan Gempol Baru Sudah Rusak
   

Konsulat Iran Dibakar, Polisi Irak Tembak Mati 45 Demonstran
Peristiwa  Jum'at, 29-11-2019 | 09:54 wib
Reporter :
Demonstran di Najaf setelah membakar kantor konsulat Iran, Kamis (28/11). Foto: Reuters
Baghdad pojokpitu.com, Aparat keamanan Irak merespons dengan brutal pembakaran kantor konsulat Iran oleh demonstran di Najaf, Kamis (28/11). Sedikitnya 45 demonstran tewas ditembak dan sejumlah lainnya luka-luka pascainsiden tersebut. Reuters melansir bahwa 29 orang tewas di Nassiriya setelah pasukan keamanan memberondong kerumunan demonstran dengan peluru tajam. Sumber di kepolisian dan tenaga medis menyebut ada puluhan demonstran yang terluka.

Di Baghdad, tercatat ada empat korban tewas akibat peluru aparat. Sedangkan di Najaf sendiri 12 pengunjuk rasa kehilangan nyawa.

Banjir darah kali ini merupakan yang terparah sejak gelombang demonstrasi antipemerintah muncul pada Oktober lalu. Aksi brutal aparat makin menguatkan dugaan para demonstran bahwa pemerintah Irak adalah boneka Tehran.

"Semua polisi dan tentara di Najaf menembaki kami, seakan-akan kami membakar seluruh Irak," ujar salah seorang demonstran yang ikut membakar konsulat Iran kepada Reuters.

Demonstran lainnya menyebut pembakaran tersebut sebagai aksi berani yang mewakili aspirasi rakyat Irak. Dia menegaskan bahwa masyarakat Irak tidak rela Iran ikut campur dalam urusan pemerintahan.

"Akan ada pembalasan dari Iran, saya yakin itu. Mereka masih di sini dan pasukan keamanan akan terus menembaki kami," ujar Ali, salah satu demonstran di Najaf.

Iran sendiri merespons pembakaran kantor konsulat tersebut dengan menutup perbatasan dengan Irak di Mehran. Rezim Syiah di Tehran juga mendesak otoritas Irak menindak tegas para perusuh.

Demonstrasi di Irak berawal dari protes terhadap maraknya korupsi dan kegagalan pemerintah mewujudkan kesejahteraan sejak runtuhnya rezim Saddam Husein. Belakangan campur tangan Iran dalam urusan dalam negeri Irak ikut jadi sorotan pengunjuk rasa. (reuters/dil/jpnn/pul)

Berita Terkait

Dispendukcapil Bakal Bantu Lansia Tak Ber Akte Kelahiran

Perbaiki Atap Rumah, Seorang Tukang Tewas Tersengat Aliran Listrik

Konsulat Iran Dibakar, Polisi Irak Tembak Mati 45 Demonstran

Peltu Yunus Dijatuhi Hukuman Sanksi Administratif dan Kedisiplinan Sebagai Anggota TNI
Berita Terpopuler
Mantan Kadinkes Kabupaten Malang Akhirnya Ditahan Kejari Kabupaten Malang
Hukum  5 jam

Dituntut 7 Tahun, Sekda Gresik Divonis Bebas
Hukum  3 jam

Puluhan Peserta Kongres Demokrat Dites Corona, Begini Hasilnya
Politik  19 jam

Tulungagung Konfirmasi Kasus Positif Covid 19 Pertama
Covid-19  10 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber