Berita Terbaru :
Polisi Tetapkan Ibu Bayi Sebagai Tersangka Penelantaran
Hendak Menginap di Rumah Janda, TNI Gadungan Diamankan
Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Politisi PDIP : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan Partai
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
   

Adiksi Gadget Pada Anak dan Remaja Akibat Kurang Perhatian Orang Tua
Teknologi  Jum'at, 29-11-2019 | 06:09 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Kasus adiksi gadget pada anak dan remaja akibat salah asuhan dari orang tua yang menginginkan anak untuk diam. Sedangkan pada remaja, orang tua jarang untuk mendampingi.

Psikiatri anak dan remaja RSUD dr Soetomo, Yunias Setiawati mencatat, era digital tak bisa dipungkiri, untuk anak dan remaja tidak terpapar internet. Namun, perlu pendampingan orang tua agar anak tak menjadi kecanduan. "Internet dapat meningkatkan hormon dopamin atau hormon pemicu kesenangan pada otak. Yang jika dihentikan, anak akan menjadi agresif saat telah mencapai tahap kecanduan," kata Yunias Setiawati .

Yunias meminta agar setiap satu jam pemakaian internet harus disertai dengan istirahat. Namun pemakaian selama sehari setidaknya maksimal hanya dua jam.

Dia pun memerinci tahapan anak dan remaja yang mulai adiksi pada gadget. Mulai saliance atau pikiran, perasaan, yang selalu ingat pada gadget. Menyebabkan perubahan mood. Disertai keinginan untuk menggunakan gadget sepanjang waktu atau tolerance.

Gejala cukup parah ketika anak dan remaja tak lagi bisa lepas dari gadget. Mengakibatkan adanya konflik dengan sekolah, dan prestasi belajar. Puncaknya, setelah diterapi, akan ada kemungkinan untuk kambuh jika lingkungan atau keluarga tidak mendukung.

"Di RSUD dr soetomo, setiap harinya ada 2-3 pasien baru dengan adiksi gadget. Namun, pasien tersebut tidak murni mengalami adiksi gadget, sebab ada komorbitas yakni disertai penyakit ADHD, atau gangguan kurang fokus dan perilaku. Atau gangguan lain yang menyebabkan prestasi belajar menurun," tambah Yunias Setiawati.

Saat terapi, anak dan remaja yang mengalami adiksi gadget diberikan sistem reward and punishment sebagai upaya menekan keinginan anak agar tak lagi meminta gadget sebagai hiburan. (pul)

Berita Terkait

Adiksi Gadget Pada Anak dan Remaja Akibat Kurang Perhatian Orang Tua
Berita Terpopuler
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  2 jam

Politisi PDIP : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan Partai
Metropolis  2 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber