Berita Terbaru :
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Sidak Protokol Kesehatan di Pasar Hewan, Puluhan Pembeli dan Penjual Dirapid Test
Kantor Bank Jatim Cabang Bojonegoro Tutup 3 Hari Akibat Pegawai Positif Covid -19
Tuntut Ganti Rugi, Pemilik Kios Pasar Baru Lurug Pemkab
Satu Guru Terpapar Covid-19, SMKN 1 Bojonegoro Kembali Belajar Daring
Kenalan di Medsos, Kakek Satu Cucu Perkosa Pelajar di Rumahnya Sendiri
Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Polri Tak Beri Izin Liga 1
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
   

Tiga Terdakwa Kasus Ujaran Kebencian dan Hoax Tentang Papua, di Asrama Papua, Jalani Sidang Dakwaan
Metropolis  Rabu, 27-11-2019 | 19:39 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Tiga terdakwa kasus dugaan rasis dan penyebaran berita hoax di depan Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan Surabaya, Rabu sore menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Surabaya. Ketiga terdakwa yaitu Tri Susanti, anggota ormas, Syamsul Arifin petugas ketertiban Kecamatan Tambaksari, dan seorang youtuber berinisial AD yang menyebarkan konten hoax kerusuhan Asrama Mahasiswa Papua.

Ketiga terdakwa aksi massa di depan Asrama Mahasiswa Papua bulan Agustus lalu, Rabu sore menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Surabaya. Ketiga terdakwa yaitu Tri Susanti, anggota ormas, Samsul Arifin, petugas ketertiban Kecamatan Tambaksari dan AD, seorang youtuber asal Jawa Tengah.
 
Ketiganya disidang secara bergantian, di ruangan yang sama. Jaksa ketiga penuntut umum yang membacakan dakwaan, menyatakan bahwa Tri Susanti telah menyebarkan informasi rasis yang bisa menimbulkan kebencian dan kerusuhan antar individu serta kelompok masyarakat.
 
Tri Susanti dijerat dengan pasal 45 ayat dua juncto pasal 28 ayat 2 Undang Undang ITE. Terkait dakwaan itu, kuasa hukum Tri Susanti mengajukan eksepsi untuk membuktikan, apakah pasal yang dikenakan tersebut memenuhi unsur atau tidak.
 
Sedangkan, Syamsul Arifin yang merupakan petugas Kecamatan Tambaksari didakwa mengucapkan kalimat rasis saat berada di depan Asrama Mahasiswa Papua, dalam kejadian pengibaran bendera merah putih. Sementara AD, youtuber asal Jawa Tengah ini didakwa menyebarkan informasi hoax kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua di akun youtube. Rencananya, sidang akan kembali digelar Senin pekan depan, dengan agenda pemanggilan sejumlah saksi.(end)




Berita Terkait

Jelang Pilkada Nyinyir di Medsos Berujung Berurusan Dengan Polisi

Nyinyirin Polisi di Sosmed, Pedagang Sayur Diperiksa

Risma Cabut Laporan, Polisi Bakal Gelar Perkara Dulu di Polda Jatim

Walikota Tri Rismaharini Cabut Laporan Zikria Dzatil
Berita Terpopuler
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  4 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  15 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  6 jam

Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber